Putin Ucapkan Selamat kepada Donald Trump Lewat Telegram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Vladimir Putin, presiden Rusia, saat melakukan pertemuan dengan perdanan menterinya, Dmitry Medvedev di Lipno Island, Novgorod, Rusia, 10 September 2016. Sputnik/Kremlin/Alexei Druzhinin/via REUTERS

    Penampilan Vladimir Putin, presiden Rusia, saat melakukan pertemuan dengan perdanan menterinya, Dmitry Medvedev di Lipno Island, Novgorod, Rusia, 10 September 2016. Sputnik/Kremlin/Alexei Druzhinin/via REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telegram mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas kemenangan Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat.

    Putin, menurut Sputniknews.com, Rabu, 9 November 2016, menyuarakan harapan untuk bekerja sama menyelesaikan krisis bilateral kedua negara.

    "Dalam telegram, Putin menyampaikan harapan untuk bekerja sama menguatkan kembali hubungan Rusia-Amerika Serikat dari krisis. Juga menekankan isu-isu dari agenda internasional dan mencari respons efektif terhadap tantangan keamanan global," kata Kremlin mengutip pernyataan Putin.

    Baca:
    Donald Trump Dipastikan Jadi Presiden AS ke-45 
    Pemilu AS: Warga Amerika Bikin Situs Imigrasi Kanada Jebol

    Putin berharap dialog kembali dibangun antara Moskow dan Washington serta mempertemukan kepentingan bagi kedua negara.

    Selama kampanye Presiden Amerika, Rusia memberikan dukungan kepada Trump. Jadi muncul kecurigaan terhadap Rusia yang akan mengganggu jalannya pemilihan Presiden Amerika yang berlangsung 8 November 2016.

    Namun, dalam penghitungan awal hasil pemilihan Presiden Amerika, Trump meraih 290 suara perwakilan (electoral votes). Sedangkan Hillary Clinton, pesaing utama Trump dari kubu Partai Demokrat, meraih 218 suara perwakilan (electoral votes).

    SPUTNIKNEWS.COM | STRAITSTIMES | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.