Belanda Segera Legalkan Permintaan Bunuh Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Amsterdam - Pemerintah Belanda segera merumuskan rancangan undang-undang yang melegalkan tindakan bunuh diri bagi orang-orang yang merasa hidupnya sudah tuntas, tanpa menderita sakit parah.

    Kementerian Kehakiman dan Kesehatan Belanda dalam suratnya kepada parlemen mengatakan hal-hal detail yang akan dimasukkan dalam draf undang-undang segera rampung. Namun kriteria "hidup tuntas" sehingga tindakan bunuh diri dilegalkan masih dibahas. Kriterianya harus benar-benar ketat dan hati-hati dengan cara yang bermartabat.

    "Karena keinginan sendiri untuk menyudahi hidup biasanya terjadi pada lanjut usia, maka sistem baru ini akan terbatas pada mereka," tulis Menteri Kesehatan Edith Schippers dalam suratnya, seperti dilansir Telegraph, 12 Oktober 2016.

    Baca:
    Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang
    Cina Bantu Mesir Bangun Ibukota Baru Senilai Rp 586,46 T
    Anggota Parlemen Hong Kong Ucap Sumpah: Tolak Setia ke Cina

    Dalam rancangan undang-undang yang melegalkan bunuh diri akan diatur mengenai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi sebelum menyetujui permintaan dari pemohon, termasuk bimbingan dari konselor kematian, pemeriksaan latar belakang medis, dan pelatihan tambahan lain.

    Aspek lain akan mencakup mekanisme keamanan, termasuk pemeriksaan, ulasan, dan pengawasan pihak ketiga.

    Laporan yang tersedia juga menjelaskan, semua anggota kabinet telah menyetujui proposal terkait yang menyebutkan, tanpa alasan medis yang mendasari, bunuh diri dapat menjadi permintaan yang sah.

    Rancangan undang-undang akan dibahas dengan melibatkan konsultasi dengan dokter, ahli etika, dan ahli lain pada akhir 2017.

    Belanda selama ini diketahui merupakan negara pertama yang melegalkan euthanasia pada 2002, tapi hanya untuk pasien yang dianggap menderita sakit yang tak tertahankan tanpa harapan sembuh.

    TELEGRAPH | REUTERS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?