Topan Mathew Tewaskan Lebih dari 800 Orang di Haiti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua gadis saling berpegangan tangan saat melintasi jalan banjir pasca badai Matthews di Les Cayes, Haiti,  6 Oktober 2016. Badai ini merupakan bencana terbesar negara itu dalam beberapa tahun terakhir. AP/Dieu Nalio Chery

    Dua gadis saling berpegangan tangan saat melintasi jalan banjir pasca badai Matthews di Les Cayes, Haiti, 6 Oktober 2016. Badai ini merupakan bencana terbesar negara itu dalam beberapa tahun terakhir. AP/Dieu Nalio Chery

    TEMPO.CO, Chantal - Topan Matthew yang menghantam Haiti hingga Jumat, 7 Oktober 2016, telah menyebabkan 842 orang tewas di negara tersebut dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Sejumlah orang juga meninggal akibat wabah kolera.

    Informasi berdatangan dari daerah-daerah terpencil, yang sebelumnya aksesnya terputus karena topan. Melalui informasi tersebut, sedikitnya 175 orang dinyatakan meninggal di desa-desa sekitar perbukitan serta di pantai ujung barat Haiti.

    Klinik-klinik kesehatan di perdesaan dibanjiri para pasien yang mengalami luka, termasuk patah tulang, dan belum mendapat perawatan sejak topan menghantam pada Selasa, 4 Oktober 2016.

    Simak juga: Video Seks Mantan Bek Aston Villa Tersebar Luas

    Makanan langka sementara sekurangnya tujuh orang dilaporkan meninggal karena terkena kolera, kemungkinan karena air banjir yang bercampur dengan kotoran.

    Setidaknya, tiga kota melaporkan bahwa puluhan warga tewas, termasuk di desa pertanian berbukit, Chantal. Wali kota di wilayah itu mengatakan 85 orang meninggal, sebagian besar ketika rumah mereka tertimpa pohon. Ia mengatakan 20 orang masih hilang.

    Puluhan orang juga hilang, banyak di antaranya merupakan penduduk di kabupaten Grand'Anse di bagian utara.

    "Kami terbang di atas daerah-daerah Grand'Anse. Ini adalah bencana kemanusiaan," kata Frenel Kedner, seorang pejabat Pemerintah Kota Jeremie di Haiti barat daya.

    Baca lainnya: Terungkap Kasus Akseyna, Polisi: Pembunuhnya Orang Terdekat

    "Warga sangat membutuhkan makanan, air, obat-obatan segera," kata Kedner.

    Di Kota Anse-d'Hainault, tujuh orang meninggal karena kolera.

    Sebanyak 17 kasus kolera lainnya dilaporkan muncul di Chardonnieres di pantai selatan.

    "Akibat banjir bandang dan dampaknya terhadap air serta fasilitas kebersihan, jumlah kasus kolera diperkirakan akan melonjak setelah Topan Matthew dan melewati musim hujan normal hingga awal 2017," kata Pan American Health Organization dalam suatu pernyataan.

    Dengan terus bertambahnya korban jiwa, berbagai lembaga pemerintah memberikan data berbeda.

    Menurut hitungan Reuters, berdasarkan data yang berikan para pejabat daerah dan perlindungan sipil, jumlah korban tewas adalah 842 orang.

    REUTERS | ANTARA

    Baca juga:
    Survei: Ahok Disokong Segmen Mapan, Anies & Agus?
    Survei Populi: Elektabilitas Ahok 45,5 Persen, Tidak Anjlok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.