Suriah Semakin Panas, Rusia Bersiap Hadapi Perang Nuklir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rusia membangun 5 kapal tiper Borei Class mulai dari Yury Dolgoruky, Alexander Nevsky, Vladimir Monomakh, Knayz Vladimir, dan Alexander Suvorov, anehnya hanya 3 yang diakui beroperasi sedangkan 2 lainnya tidak diketahui. Borei dilengkapi dengan 20 rudal nuklir Bulava, 6 torpedo 533mm, enam rudal RPK-2 Viyuga. Borei juga dilengkapi dengan Floating Rescue Chamber sebagai sarana penyelamatan awak, ketika kapal tenggelam. Borei dirancang sanggup berenang dengan kecepatan 54 Km/perjam, dengan kedalaman rata-rata mencapai 450m. defencetalk

    Rusia membangun 5 kapal tiper Borei Class mulai dari Yury Dolgoruky, Alexander Nevsky, Vladimir Monomakh, Knayz Vladimir, dan Alexander Suvorov, anehnya hanya 3 yang diakui beroperasi sedangkan 2 lainnya tidak diketahui. Borei dilengkapi dengan 20 rudal nuklir Bulava, 6 torpedo 533mm, enam rudal RPK-2 Viyuga. Borei juga dilengkapi dengan Floating Rescue Chamber sebagai sarana penyelamatan awak, ketika kapal tenggelam. Borei dirancang sanggup berenang dengan kecepatan 54 Km/perjam, dengan kedalaman rata-rata mencapai 450m. defencetalk

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia memperingatkan rakyatnya untuk bersiap-siap menghadapi perang nuklir dengan negara-negara Barat. Sejumlah tempat penampungan di bawah tanah telah dibangun di Moskow, ibu kota Rusia, sebagai tempat menyelamatkan diri jika perang nuklir dengan Barat terjadi.

    Menurut Rusia, Amerika Serikat akan menembakkan senjata nuklirnya ke Rusia sebagai balasan atas keterlibatan Rusia di Suriah.

    Baca: Arab Saudi Ganti Kalender Hijriah Jadi Kalender Barat  

    Media Rusia dan pejabat Rusia menjelaskan, ketegangan di Suriah memanas setelah perang sipil yang semakin tak terkendali di Suriah.

    "Si Gila Amerika akan meluncurkan senjata nuklirnya ke Moskow," ujar Kementerian Pertahanan Rusia melalui siaran televisi Rusia, Zvezda, pekan lalu dan dikutip Mirror, 3 Oktober 2016.

    Tempat penampungan bawah tanah di Moskow yang dipersiapkan untuk menyelamatkan diri dari serangan senjata nuklir dari Barat mampu menampung 12 juta orang.

    Baca: Perempuan Irak 'Sadis' yang Paling Dicari dan Ditakuti ISIS 

    Rusia merupakan negara dengan persediaan senjata nuklir terbesar di dunia, yakni sebanyak 8.400 hulu ledak nuklir. Adapun AS memiliki 7.500 hulu ledak nuklir.

    Rusia mendukung pemerintah Suriah yang dipimpin Bashar al-Assad. AS mendukung para pemberontak anti-Assad di Suriah. Rusia bersama pasukan Assad saat ini berusaha menguasai wilayah yang dikuasai pemberontak anti-Assad di timur Aleppo. Di sana tinggal lebih dari 250 ribu penduduk.

    Rusia telah mengeluarkan peringatan bahwa AS akan menghadapi guncangan yang mengerikan sebagai konsekuensi jika mereka melakukan tindakan militer kepada pemerintah Suriah.

    MIRROR | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.