Tim Penyidik: Rudal BUK Rusia Hantam MH17, 298 Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekontruksi dari puing-puing pesawat Malaysia Arilines MH17 saat dipresentasikan laporan terakhir kecelakaan pada Juli 2014 di Gilze Rijen, Belanda, 14 Oktober 2015. Para investigator internasional menyimpulkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 telah ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia. REUTERS/Michael Kooren

    Rekontruksi dari puing-puing pesawat Malaysia Arilines MH17 saat dipresentasikan laporan terakhir kecelakaan pada Juli 2014 di Gilze Rijen, Belanda, 14 Oktober 2015. Para investigator internasional menyimpulkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 telah ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia. REUTERS/Michael Kooren

    TEMPO.CO, Amsterdam - Tim penyidik gabungan lima negara yang bekerja lebih dari dua tahun untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah Ukraina akhirnya menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan MH17 berasal dari rudal yang ditembakkan pemberontak pro-Rusia.

    Dalam konferensi pers di Nieuwegein, Belanda, pada Rabu, 28 September 2016, tim Investigasi Gabungan yang dipimpin Belanda (JIT) mengatakan rudal Buk 9M38 menghantam tubuh pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 dan menewaskan seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 298 orang. Sebagian besar korban yang tewas adalah warga Belanda.

    "Berdasarkan data investigasi kami menyimpulkan penerbangan MH17 dijatuhkan oleh misil BUK 9M83 yang berasal dari wilayah Rusia," kata kepala investigasi kepolisian Belanda, Wilbert Pulissen, seperti yang dilansir Channel News Asia pada 28 September 2016.

    Paulissen mengatakan rudal itu ditembakkan dari medan garapan 6 kilometer (3 mil) sebelah selatan dari Desa Snizhne. Saat peluncuran, wilayah tersebut berada di bawah kendali pejuang pro-Rusia.

    Tim penyidik yang beranggotakan Belanda, Malaysia, Australia, Belgia, dan Ukraina juga mengungkapkan bahwa ada saksi yang melaporkan bahwa telah mendengar suara ledakan keras seperti sedang melepaskan tembakan, disusul oleh suara seperti rudal terbang sebelum terlihat asap yang mengepul di udara.

    Paulissen mengatakan MH17 jatuh sekitar 25 kilometer dari tempat rudal dilepaskan, pada 17 Juli 2014 sekitar pukul 04.20 waktu setempat. Data satelit yang ditunjukkan oleh European Space Agency menegaskan tempat peluncuran tersebut.

    CHANNEL NEWS ASIA | GUARDIAN | YON DEMA


    Baca:
    Black Moon Muncul Jumat Lusa, Dunia Kiamat?
    Hamas Gembira atas Kematian Shimon Peres

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.