Filipina: 5 Nelayan Malaysia Diculik Abu Sayyaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, Februari 2009. REUTERS

    Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, Februari 2009. REUTERS

    TEMPO.COManila - Pejabat Filipina mengkonfirmasi lima warga Malaysia, yang dilaporkan hilang dari kapal tunda mereka di perairan Lahad Datu, disandera kelompok Abu Sayyaf.

    Penasihat Proses Perdamaian Presiden, Jesus Dureza, mengatakan dia mendapat informasi kelompok teroris Filipina tersebut telah menculik lima nelayan Malaysia.

    "Saya mendapatkan informasi pada hari ini bahwa kelompok Abu Sayyaf telah menculik lima warga Malaysia lainnya di Lahad Datu dekat dengan Tawi-Tawi," kata Dureza Selasa, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu, 20 Juli 2016.

    Pada Senin, 18 Juli 2016, Abdul Rahim Summas, Tayudin Anjut, Fandy Bakran, dan Mohd Jumadil Rahim semua dari Tawau serta Mohd Ridzuan Ismail dari Pahang, dilaporkan hilang. 

    Pihak berwenang Malaysia hanya menemukan sebuah kapal tunda kosong dengan mesin yang masih hidup terdampar di perairan Dent Haven, Tambisan, Lahad Datu.

    Pada kesempatan yang sama, Dureza juga mengatakan mendapat telepon dari Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) yang diketuai Nur Misuari, yang mengatakan mereka ingin berkoordinasi dengan kekuatan militer di Filipina untuk membantu mengatasi tindak pidana yang dilakukan Abu Sayyaf. 

    Namun ia percaya aksi militer itu bukan satu-satunya solusi untuk menghentikan budaya kekerasan dan penculikan di Mindanao.

    PHIL STAR | INQUIRER | CHANNEL NEWS ASIA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.