Ramadan, Barack Obama Sindir Donald Trump  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama menyampaikan pidato saat menghadiri upacara wisuda Rutgers University ke-250, Piscataway, N.J., 15 Mei 2016. REUTERS/Mike Theiler

    Presiden Barack Obama menyampaikan pidato saat menghadiri upacara wisuda Rutgers University ke-250, Piscataway, N.J., 15 Mei 2016. REUTERS/Mike Theiler

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Barack Obama menyindir salah satu kandidat bakal calon presiden asal partai Republik, Donald Trump. Dalam sambutannya, Obama membuat pernyataan tentang bulan suci Ramadan yang kini dijalani umat muslim.

    Tanpa menyebut nama Trump, Obama menegaskan kembali komitmennya menyambut para pengungsi dan imigran, meskipun ada 'suara-suara' yang mencoba memecah-belah Amerika.

    “Saya berdiri tegak dengan masyarakat muslim Amerika dan menolak suara-suara yang berusaha memecah-belah kita atau membatasi kebebasan agama dan hak-hak sipil,” kata Obama, seperti dikutip dalam situs berita ABC, Selasa dinihari, 7 Juni 2016.

    "Saya berdiri, berkomitmen untuk menjaga hak-hak sipil semua orang Amerika, tidak peduli agama atau penampilan mereka," tuturnya.

    Donald Trump telah dua kali mengeluarkan pernyataan yang menolak kedatangan orang muslim ke Amerika Serikat dalam sesi wawancara yang digelar pada Minggu kemarin dengan CBS di acara Face The Nation.

    "Saya tidak mundur," ucap Trump. "Kita harus melakukan sesuatu. Ada masalah di negeri ini. Kita memiliki masalah terorisme Islam radikal di negeri ini. Juga seluruh dunia, ini masalah," kata Trump.

    Ketika ditanya apakah seorang hakim muslim bisa menjadi bias karena larangan muslim masuk ke Amerika, Trump menjawab, "Itu mungkin, iya. Dia mungkin (bias) ketika permintaan ini dianggap sebagai 'saran'," kata Trump.

    ABC | DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.