Gadis Cantik Tewas Disambar Kereta, Selfie Maut Tetap Marak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Contoh gadis yang selfie di China yang akhinya terlindas kereta pada April 2016 (CEN)

    Contoh gadis yang selfie di China yang akhinya terlindas kereta pada April 2016 (CEN)

    TEMPO.CO, Beijing - Meski selfie terbukti berbahaya, masih banyak orang yang suka dan lupa. Di Cina, polisi menyelamatkan dua remaja dari terjangan kereta yang sedang melaju di Changde, Provinsi Hunan, Senin lalu. Keduanya tidak menyadari datangnya kereta karena sedang sibuk berpose.

    Dua remaja itu selamat karena terlihat oleh pegawai kereta api di Stasiun Hanshou. Menyadari kereta akan lewat dalam beberapa menit, anggota staf itu lalu menelepon polisi terdekat.

    Baca juga:
    Inilah 5 Hal  yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby
    Pembunuhan Feby UGM: Ada 56 Adegan, Pelaku Sempat Berdoa

    “Petugas tiba tepat pada waktunya dan menarik gadis-gadis itu dari rel sebelum diterjang kereta,” tulis surat kabar Hunan Changsha Evening News, Selasa lalu.

    Foto-foto selfie di rel memang sedang tren di media sosial Cina. Banyak gadis-gadis cantik dan lelaki mauda menganggapnya sebagai lokasi romantis dan penuh petualangan.

    Padahal, ini sudah menelan korban. Pada April lalu, seorang gadis berusia 19 tahun tewas disambar kereta api saat selfie di Foshan, Provinsi Guangdong.

    Meski berfoto dengan kereta tidak melanggar hukum, melintasi rel kereta dapat diganjar hukuman. Namun, hukuman dan dendanya cukup ringan. Menurut Undang-Undang Keamanan Publik, siapa saja yang dianggap mengancam keselamatan atau berada di dekat rel kereta akan diperingatkan dan didenda 200 yuan (sekitar Rp 400 ribu).

    GLOBAL TIMES | NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Inilah 5 Hal  yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby
    Pendeta Georgia Mencuri Uang Gereja Rp 3,3 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.