Rusia-Cina Gelar Latihan Perang Uji Pertahanan Rudal Mei Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden China Xi Jinping (kiri), dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri jamuan makan malam jelang Konferensi ke-4 dalam Interaksi dan Confidence Building Measures at Asia (CICA) di Shanghai, Cina (20/5). Putin bertemu hari Selasa dengan Xi dalam urusan diplomatik bagi pemimpin Rusia. (AP/Aly Song)

    Presiden China Xi Jinping (kiri), dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri jamuan makan malam jelang Konferensi ke-4 dalam Interaksi dan Confidence Building Measures at Asia (CICA) di Shanghai, Cina (20/5). Putin bertemu hari Selasa dengan Xi dalam urusan diplomatik bagi pemimpin Rusia. (AP/Aly Song)

    TEMPO.COMoskow - Rusia dan Cina mengadakan latihan militer bersama guna menguji pertahanan rudal pada Mei ini. Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan dalam siaran pers, Selasa, 3 Mei 2016, bahwa latihan akan melibatkan gabungan pasukan operasi udara serta pertahanan rudal Rusia dan Cina.

    "Latihan dilakukan untuk memberikan perlindungan dari serangan rudal balistik dan misil yang disengaja atau provokatif," kata Kementerian Pertahanan, seperti dikutip dari laman The Moskow Times. Ditegaskan bahwa latihan militer bersama ini tidak untuk memprovokasi pihak mana pun.

    Meskipun kedua negara belum bergabung dalam aliansi militer formal apa pun, Moskow dan Beijing baru-baru ini sepakat meningkatkan kerja sama bilateral di bidang militer.

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kedua negara akan meningkatkan frekuensi latihan militer bersama pada 2016.

    "Kami sangat menghargai hubungan tingkat tinggi Rusia-Cina, baik di level negara maupun pertahanan. Tahun ini kami akan melakukan lebih banyak latihan dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.

    Moskow dan Beijing baru-baru ini juga bersepakat dalam kebijakan luar negeri menggugat secara bersama Amerika Serikat atas rencana negara itu mengaktifkan sistem anti-rudal baru di Korea Selatan.

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan pekan lalu bahwa sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), yang diusulkan berlokasi di Semenanjung Korea, dinilai sebagai ancaman keamanan.

    THE MOSKOW TIMES | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.