Rakyat Protes Harga Naik, Raja Arab Saudi Pecat Menteri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman bin Abdulaziz, tiba di Masjidil Haram untuk meninjau kecelakaan crane jatuh, di Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015.  REUTERS/Bandar al-Jaloud/Saudi Royal Court

    Raja Salman bin Abdulaziz, tiba di Masjidil Haram untuk meninjau kecelakaan crane jatuh, di Mekah, Arab Saudi, 12 September 2015. REUTERS/Bandar al-Jaloud/Saudi Royal Court

    TEMPO.COJakarta - Raja Arab Saudi memecat Menteri Air Bersih dan Listrik Abdullah al-Hussayen menyusul kemarahan warga terkait kenaikan harga barang-barang.

    Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, melaporkan, Raja Salman mengeluarkan perintah tersebut pada Sabtu pekan lalu. Jabatan yang ditinggalkan itu akan diisi sementara oleh Menteri Pertanian Abdel Rahman al-Fadli.

    Seperti dilansir Straits Times pada 25 April 2016, pemerintah mengurangi subsidi listrik, air, dan layanan lainnya. Pada Maret lalu, Hussayen meminta warga mengurus izin untuk menggali sumur setelah mereka mengeluh naiknya tagihan air.

    Pada awal bulan April, anggota Dewan Syura tidak yakin dengan penjelasan Hussayen dan anak buahnya. 

    Pada Desember 2015, serangkaian reformasi, yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, diterapkan Kerajaan. Langkah efisiensi dilakukan setelah Arab Saudi terpukul akibat penurunan tajam harga minyak dunia.

    Raja Salman kabarnya akan memberi pengumuman pada 25 April 2016 sehubungan program diversifikasi ekonomi negara itu. Pendapatan Arab Saudi sebanyak 70 persen berasal dari minyak bumi. 

    Banyak kaum muda menyambut perubahan tersebut. Mereka percaya hal itu akan menciptakan lapangan pekerjaan, peluang ekonomi baru, dan akhirnya mungkin lebih banyak kebebasan sosial.

    Sedangkan pihak lainnya meragukan perubahan dapat berlangsung di tengah masyarakat yang konservatif. Mereka khawatir program ini akan menyakitkan, seperti tunjangan kesejahteraan yang dipotong untuk melindungi keuangan negara.

    THE STRAITS TIMES | ARAB TIMES|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.