Jika Menang Pemilu, Ini Rencana Trump untuk Bank Sentral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump. REUTERS

    Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, ingin mengganti Ketua Federal Reserve Janet Yellen jika memenangi pemilihan presiden 2016. Meskipun Trump mendukung upaya bank sentral Amerika Serikat itu untuk mempertahankan suku bunga rendah.

    "Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang berguna," kata Trump kepada majalah Fortune, seperti dilansir Reuters, Rabu, 20 April 2016. "Saya tidak ingin mengomentari kembali soal pengangkatannya, tapi saya akan lebih cenderung menempatkan orang lain (di The Fed)."

    Yellen dicalonkan menempati jabatan tertinggi di The Fed oleh Presiden Barack Obama. Ia bertugas selama empat tahun sejak Februari 2014.

    Trump menuduh The Fed pada November lalu menjaga suku bunga rendah untuk membantu Obama. Pernyataannya ini ditolak Gedung Putih. "Hal terbaik bagi kita adalah suku bunga sangat rendah," ucap Trump.

    Trump mengaku akan mengambil keuntungan dari tarif yang lebih rendah untuk membiayai utang negara. Juga untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah di bidang infrastruktur dan militer. Kepada Washington Post awal bulan ini, ia berjanji menghilangkan utang nasional selama delapan tahun.

    "Anda bisa melunasi persentase itu, bergantung pada seberapa agresif Anda inginkan," tuturnya. "Saya lebih suka tidak semua yang agresif. Saya lebih suka tidak memiliki utang, tapi kita terjebak dengan itu."

    Saingannya dari Partai Republik, Ted Cruz, mengatakan akan mengaudit The Fed dan memindahkannya ke kebijakan moneter berbasis aturan. Calon presiden lain, termasuk Bernie Sanders, juga berjanji mengubah The Fed.

    REUTERS | REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.