Teror Brussels dan Bom Paris Diduga Terkait

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Belgia menggeledah barang bawaan para penumpang kereta komuter bawah tanah Metro Brussel di stasiun De Brouckere, Belgia, 23 Maret 2016. Foto: Istimewa

    Polisi Belgia menggeledah barang bawaan para penumpang kereta komuter bawah tanah Metro Brussel di stasiun De Brouckere, Belgia, 23 Maret 2016. Foto: Istimewa

    TEMPO.COBrussels - Kepolisian Belgia menangkap tujuh tersangka kasus teror pada Kamis dan kemarin setelah pemerintah Eropa meningkatkan upaya perang melawan jaringan ekstremis setelah serangan bom di Brussels, Belgia, yang diklaim kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Polisi Jerman juga menciduk dua terduga pelaku bom Brussels. Adapun Prancis mengaku telah membongkar sebuah rencana serangan militan yang "sudah memasuki tahap akhir". Sumber-sumber kepolisian menyatakan salah seorang pengebom di Zaventem adalah Najim Laachraoui, veteran di Suriah dan tersangka perakit bom sabuk dalam serangan Paris.

    Para milisi ISIS menyerang Bandara Zaventem dan sebuah stasiun metro di Brussels pada Selasa lalu, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 270 orang lainnya. Para penyelidik yakin serangan ini dilancarkan oleh milisi ISIS yang juga bertanggung jawab atas serangan di Paris, yang menewaskan 130 orang, pada 13 November lalu.

    Kantor Jaksa Federal Belgia menyatakan enam orang ditangkap dalam penggerebekan di permukiman Schaerbeek di utara dan area Jette di barat Brussels. Televisi RTBF menyebutkan pria ketujuh ditangkap di pinggiran hutan di luar Brussels, kemarin pagi. 

    Baca juga: Buntut Teror Brussels, Dua Menteri Belgia Minta Mundur

    Menurut majalah Der Spiegel, satu dari dua terduga teroris yang ditangkap polisi Jerman menerima pesan pendek dari tersangka pengebom stasiun metro yang berisi kata "fin"—dalam bahasa Prancis berarti "tamat"—tiga menit sebelum ledakan di stasiun metro. Kantor Kementerian Dalam Negeri Jerman belum berkomentar soal kabar ini.

    Kamis kemarin, kepolisian Prancis menangkap seorang pria yang dituding menyusun rencana untuk menyerang Prancis. Seperti dikutip Channel News Asia, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan, "Pria ini adalah warga Prancis yang memiliki sebuah jaringan yang ingin menyerang negeri kami."

    Polisi mengevakuasi sebuah blok apartemen dalam penggerebekan di daerah pinggiran utara Paris, Argenteuil. Sejumlah kecil bahan peledak disita.

    Foto: Wajah 3 Pelaku Bom Brussel Tertangkap Rekaman CCTV

    Para jaksa Belgia membenarkan bahwa Khalid El Bakraoui—yang meledakkan diri di stasiun metro tak lama setelah saudaranya, Ibrahim, beraksi di Zaventem—adalah subyek dari perintah penangkapan internasional dalam serangan di Paris. Sumber-sumber kepolisian menyatakan salah seorang pengebom di Zaventem adalah Najim Laachraoui, veteran ekstremis Islam Belgia di Suriah dan tersangka perakit bom sabuk dalam serangan Paris.

    Dalam konferensi pers di Brussels, Kamis kemarin, adik Najim, Mourad Laachroui, membantah hal tersebut dan mengatakan kakaknya adalah orang baik. "Setelah serangan Paris, rumah kami digeledah dan tak ditemukan apa-apa," katanya. 

    Namun, menurut Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders, setelah kabur dari Paris, Salah Abdeslam—yang tertangkap pekan lalu—membentuk sebuah sel baru di sekitar kampungnya di Molenbeek dan memperbarui rencananya. Sedangkan menurut Fox News, yang mengutip laporan AP, kelompok ISIS telah melatih sekitar 400 “pengantin” yang menjadikan Eropa sebagai target. Jaringan sel-sel yang lincah dan semi-otonom menunjukkan jangkauan luas kelompok ekstremis di Eropa.

    REUTERS | FOX NEWS | EURONEWS | DWI ARJANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.