ISIS Mengirim Sejumlah Besar Milisinya ke Eropa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas memeriksa di lokasi terjadinya ledakan di terminal kedatangan di bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 29 Maret 2016. Korban tewas akibat serangan bom itu ditetapkan 28 orang. Het Nieuwsblad via REUTERS

    Sejumlah petugas memeriksa di lokasi terjadinya ledakan di terminal kedatangan di bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 29 Maret 2016. Korban tewas akibat serangan bom itu ditetapkan 28 orang. Het Nieuwsblad via REUTERS

    TEMPO.COBrussels - Sejumlah besar anggota kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah dikirim ke Belgia dan Eropa. Pemerintah Belgia mengatakan hal itu pada Selasa, 19 April 2016.

    "Ada indikasi bahwa ISIS telah mengirim milisi ke Eropa dan Belgia. Karena itu, tingkat siaga yang saat ini ada pada tingkat tiga tidak akan dikurangi," kata seorang juru bicara pusat krisis Belgia, seperti dikutip dari laman Reuters.

    Belgia telah menurunkan status siaga ke tingkat tiga, dari maksimum empat, hanya dua hari setelah serangan pada 22 Maret 2016 yang menewaskan 32 orang di bandara dan stasiun metro di Brussels. Pemerintah menegaskan akan terus mempertahankan status siaga tingkat tinggi. Hal ini mengindikasikan pihak berwenang yakin serangan teror ISIS akan kembali terjadi.

    Laporan adanya ancaman itu juga diterbitkan surat kabar Jerman, Bild. Dikutip dari Sky News, media menyatakan intelijen Jerman mendapat informasi tentang rencana serangan ISIS oleh rekan-rekannya di Italia, yang mendapat informasi oleh "sumber yang dapat dipercaya" di Afrika.

    Menurut laporan itu, para teroris berencana menyamar sebagai penjual keliling di pantai dan meledakkan bom yang disembunyikan di bawah kursi untuk berjemur, sebelum melepaskan tembakan dengan senjata otomatis.

    Sebelumnya, pada Selasa, polisi Spanyol mengumumkan telah menangkap seorang pria Maroko di pesisir pantai Pulau Palma de Mallorca. Pria itu dicurigai bekerja merekrut milisi ISIS. "Terdakwa memiliki kontak dekat dengan teroris yang terlibat dengan DAESH (nama lain untuk ISIS) yang saat ini berada di Suriah," demikian keterangan polisi.

    Terlepas dari isu yang tengah berkembang, Eropa saat ini berada dalam keadaan waspada. Selain tragedi Brussels yang telah disebutkan sebelumnya, negara-negara di kawasan itu masih mengingat serangan Paris pada November 2015 yang menewaskan 132 orang.

    Bulan lalu, salah satu yang diyakini bertanggung jawab atas serangan di Belgia, Salah Abdeslam, ditangkap hidup-hidup di Brussels setelah perburuan selama empat bulan. Beberapa minggu kemudian, polisi di Denmark juga menangkap empat tersangka teroris ISIS.

    REUTERS | SKY | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.