Bom Brussels, Pelaku Diduga Sipir Penjara ISIS di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman CCTV yang dirilis polisi Belgia menunjukkan satu dari tiga pria yang diduga kuat sebagai pelaku ledakan bom bunuh diri di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 22 Maret 2016. Pria bernama Najim Laachraoui yang berhasil kabur usai ledakan bom tersebut berhasil ditangkap di distrik Anderlecht, Brussels oleh polisi Belgia. REUTERS

    Rekaman CCTV yang dirilis polisi Belgia menunjukkan satu dari tiga pria yang diduga kuat sebagai pelaku ledakan bom bunuh diri di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, 22 Maret 2016. Pria bernama Najim Laachraoui yang berhasil kabur usai ledakan bom tersebut berhasil ditangkap di distrik Anderlecht, Brussels oleh polisi Belgia. REUTERS

    TEMPO.CO, Paris - Satu dari dua pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 16 orang di Bandara Brussels telah teridentifikasi sebagai mantan penjaga penjara kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

    The Guardian melansir pada Jumat, 22 April 2016, sejumlah wartawan Prancis yang disekap kelompok teror itu di Suriah pada 2013 mengenali sosok Najim Laachraoui atau Abou Idriss sebagai salah satu penculik yang menahan mereka selama sepuluh bulan. Pria tersebut diduga membuat bom untuk dua serangan di Brussels dan pernah melakukan ledakan di Paris pada November 2015.

    “Saya bisa mengkonfirmasi bahwa ia adalah kepala penjara klien saya,” kata Marie Laure Ingouf, pengacara dua dari empat wartawan yang dibebaskan pada April 2014. Ingouf menyatakan salah satu kliennya bernama Nicolas Henin telah secara resmi mengidentifikasi pelaku pengeboman.

    Laachraoui, 24 tahun, merupakan warga negara Belgia. Ia meledakkan dirinya di Bandara Brussels pada 22 Maret 2016 bersama Ibrahim El Bakraoui. Kakak Ibrahim, yaitu Khalid, kemudian melakukan bom bunuh diri susulan di stasiun metro Maelbeek hingga menewaskan 16 orang.

    Jaksa di Belgia menuturkan Laachraoui adalah mahasiswa teknik listrik yang tidak melanjutkan kuliahnya di Brussels dan melakukan perjalanan pada Februari 2013 untuk bergabung dengan ISIS sebagai pejuang asing. Dia kemudian muncul kembali melintasi perbatasan Hungaria dengan Austria pada September 2015 dengan nama palsu.

    Jaksa di Prancis juga mengaitkan namanya dengan serangan di Paris yang menewaskan 130 orang. DNA Laachraoui ditemukan pada rompi bunuh diri dan sepotong kain di gedung konser Bataclan serta pada bahan peledak yang digunakan di Stade de France.

    Awal bulan ini, polisi Brussels menangkap Mohamed Abrini, orang yang tertangkap kamera pengintai di bandara bersama Laachraoui dan Ibrahim El Bakraoui. Ia diduga mempersiapkan bom ketiga sebelum melarikan diri. Osama Krayem, warga Swedia, yang terekam kamera pengintai, sedang berbicara dengan Khalid El Bakraoui pada menit-menit akhir sebelum bom di stasiun metro meledak, juga telah ditangkap dan didakwa memiliki keterkaitan dengan serangan di Paris dan Brussels.

    Otoritas transportasi Brussels mengumumkan bahwa stasiun Maelbeek akan dibuka kembali pada Senin setelah ditutup pasca-pengeboman. “Pekerjaan perbaikan akan selesai Jumat malam,” ujar juru bicara otoritas transportasi Brussels.

    Layanan kereta api ke bandara yang rusak dalam serangan juga bakal dilanjutkan pada Jumat malam. Bandara itu sudah dibuka sebagian pada dua minggu lalu dan diharapkan berfungsi penuh pada Juni nanti.

    THE GUARDIAN | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.