Hizbullah Bersumpah Tetap Berperang di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga sipil dan anggota Brigade Hizbullah Irak mengerumuni peti mati berlapis kaca yang membawa mayat mantan wakil Saddam Hussein, Izzat Ibrahim al-Douri, di Baghdad, Irak Karrada, 20 April 2015. Ia dikabarkan terbunuh di dekat Tikrit, saat bersama militan ISIS. AP/Hadi Mizban

    Warga sipil dan anggota Brigade Hizbullah Irak mengerumuni peti mati berlapis kaca yang membawa mayat mantan wakil Saddam Hussein, Izzat Ibrahim al-Douri, di Baghdad, Irak Karrada, 20 April 2015. Ia dikabarkan terbunuh di dekat Tikrit, saat bersama militan ISIS. AP/Hadi Mizban

    TEMPO.CO, Beirut - Perundingan damai Suriah sepertinya bakal menemui jalan buntu menyusul sumpah gerakan bersenjata Syah Libanon, Hizbullah, yang menyatakan akan tetap berperang hingga Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), musuh rezim, dikalahkan.

    Hizbullah sebelumnya pernah mengumumkan bahwa kelompoknya akan berperang bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad pada 2013. Sejak itu, mereka mengirimkan ribuan pejuangnya berperang melawan pemberontak yang didukung oleh seterunya, Arab Saudi, dan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

    Kelompok sayap militer ini memberikan dukungan penuh terhadap rezim Suriah untuk tetap berkuasa, namun sebaliknya oposisi bersikeras agar Presiden al-Assad meletakkan jabatan sebagai syarat melakukan perundingan damai.

    Gencatan senjata yang diteken bulan lalu telah memunculkan harapan untuk mengakhiri kekerasan di Suriah. Harapan itu kian mencuat tatkala Rusia selaku pendukung al-Assad menarik pasukannya pekan lalu dari darata Suriah.

    Tetapi ketegangan meningkat lagi sejak Moskow menuduh Amerika Serikat sangat lambat memberikan respons atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pemberontak. Bahkan Rusia mengancam akan melakukan tindakan militer sepihak jika tidak ada upaya AS menghentikan pelanggaran tersebut.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.