Duh, Wanita Ini Simpan 1 Kg Kokain di Dalam Payudara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi payudara. thegrio.com

    Ilustrasi payudara. thegrio.com

    TEMPO.COBerlin - Seorang wanita warga Kolombia, Amerika Serikat, ditahan di Bandara Frankfurt, Jerman, karena terdeteksi membawa kokain seberat 1 kilogram yang disembunyikan di dalam payudaranya.

    Tindakannya terdeteksi pihak pabean Jerman setelah melakukan pemeriksaan kepada wanita 24 tahun itu. Pihak berwenang curiga mendapati bekas luka operasi yang masih baru di bawah payudara wanita itu, sementara tersangka juga mengeluh kesakitan.

    Wanita itu kemudian mengaku kepada pihak berwenang Jerman bahwa dia membawa obat yang dimasukkan ke dalam tubuhnya melalui operasi implan payudara. Menindaklanjuti hal itu, dia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat. Dokter mengeluarkan dua benjolan kokain seberat masing-masing 500 gram yang dibungkus dengan plastik pada implan payudaranya.

    Petugas pabean memberi tahu bahwa nilai kokai itu di pasar mencapai US$ 220 ribu atau setara dengan Rp 2,8 miliar. Kokain tersebut rencananya didistribusikan ke Spanyol.

    Juru bicara pabean bandara terkejut atas penemuan tersebut. Modus penyimpanan narkoba di dalam implan merupakan yang pertama di Jerman.

    "Ini adalah kasus pertama di Jerman, narkoba diselundupkan dengan cara ini," kata juru bicara pabean, Hans-Juergen Schmidt, seperti dilansir Daily Mail pada 9 Maret 2016.

    Schmidt menambahkan, operasi payudara amatir tersebut menunjukkan cara penyelundup obat benar-benar tidak peduli pada kehidupan manusia dan kondisi yang mengancam jiwa pembawa obat itu.

    Wanita tersebut, yang mengklaim memiliki tiga anak dan bekerja pada bidang pertanian, akan didakwa karena menyelundupkan narkoba dan menghadapi hukuman penjara.

    DAILY MAIL | KRON4 | HUFFINGTON POST | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.