Ditukar Tentara, Saudi Bebaskan 7 Tahanan Yaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara pemerintah sedang mengisi ulang meriam, puluhan peluru meriam dipersiapkan untuk menggempur militan Houthi. Pemerintah Yaman dibantu dengan militer Arab Saudi, terus berusaha menekan posisi militan Houthi. Marib, Yaman, 29 September 2015. REUTERS/Stringer

    Seorang tentara pemerintah sedang mengisi ulang meriam, puluhan peluru meriam dipersiapkan untuk menggempur militan Houthi. Pemerintah Yaman dibantu dengan militer Arab Saudi, terus berusaha menekan posisi militan Houthi. Marib, Yaman, 29 September 2015. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Sanaa - Arab Saudi membebaskan tujuh tahanan Yaman untuk ditukar dengan salah satu anggota militer Saudi yang ditahan militan Yaman, Houti. Informasi tersebut disampaikan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

    Laporan SPA pada Rabu, 9 Maret 2016, menyebutkan, pertukaran tahanan ini untuk pertama kalinya diumumkan sejak pasukan koalisi pimpinan Saudi melakukan gempuran terhadap basis pemberontak di Yaman, awal tahun lalu.

    Menurut SPA, kedua belah pihak belum pernah melakukan kesepakatan sebelumnya mengenai pertukaran tawanan maupun gencatan senjata di sepanjang perbatasan Saudi-Yaman.

    Laporan media sebagaimana diperoleh SPA juga tidak pernah memberitakan secara khusus jika Houti membebaskan tahanan yang mereka tawan. SPA mengatakan para pemimpin suku di Yaman berkoordinasi untuk tukar-menukar tawanan dengan Kopral Jaber al-Kaabi.

    "Para tokoh adat setempat membantu pembebasan dengan mengirimkannya ke perbatasan di desa yang masuk wilayah Yaman," tulis SPA.

    Pasukan koalisi pimpinan Saudi menahan tujuh warga Yaman di kawasan operasi militer dekat perbatasan. Namun laporan media tidak menyebutkan secara detail kapan warga Yaman dan tentara tersebut ditahan atau di mana tempat pertukaran tawanan itu berlangsung.

    Mohammed Ali al-Emad, saudara laki-laki dari seorang politikus top Houti, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa komunikasi baru-baru ini bertujuan menyiapkan jalan menuju kemungkinan dilangsungkannya negosiasi gencatan senjata, sebab kedua belah pihak menyadari perang yang selama ini berlangsung ternyata tidak bisa memaksa keduanya mundur dari medan tempur.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.