Obama Kunjungi Masjid, Kutuk Kekerasan terhadap Muslim AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barrack Obama, menyapa para siswa sekolah Al-Rahmah saat mengunjungi Komunitas Islam Baltimore di Baltimore, 3 Februari 2016. Presiden Barack Obama untuk pertama kalinya akan berkunjung ke masjid di Amerika Serikat. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Presiden Barrack Obama, menyapa para siswa sekolah Al-Rahmah saat mengunjungi Komunitas Islam Baltimore di Baltimore, 3 Februari 2016. Presiden Barack Obama untuk pertama kalinya akan berkunjung ke masjid di Amerika Serikat. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.COBalitmore - Barack Obama melakukan kunjungan bersejarah sebagai presiden ke sebuah masjid di Amerika Serikat seraya mengutuk retorika politik anti muslim-Amerika. Obama juga menentang terhadap meningkatnya perlawanan terhadap kaum muslim di sana.

    Obama tiba di kompleks Masyarakat Islam Baltimore, Rabu, 3 Februari 2016. Di kompleks ini, selain masjid untuk kegiatan keagamaan, terdapat pula pusat pendidikan mulai taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

    "Muslim-Amerika serinkali mejadi sasaran aksi kebencian," kata Obama dalam sebuah pidato di kompleks masjid menyusul petemuan dengan perwakilan masyarakat muslim setempat. "Serangan terhadap kaum beriman adalah sebuah serangan pula bagi kaum beriman lainnya."

    "Kami telah mendengar adanya retorika politik yang tak bisa dimaafkan melawan umat Islam-Amerika yang tidak dibenarkan di negara kita," ucapnya. Obama menambahkan, "Jasa muslim-Amerika sangat besar terhadap negeri kita, mereka ada yang menjadi pahlawan olahraga, pengusaha, bahkan anggota militer Amerika."

    Sebelumnya, Presiden Obama bertemu dengan sejumlah peserta di kompleks masjid temasuk  cendekiawan kampus, aktivis, dan para ahli kesehatan masyarakat.

    Salah satu perserta peretemuan, Ibtihaj Muhammad, seorang anggota tim Olimpiade AS yang akan berlaga di Rio de Janeiro. Dia akan membuat sejarah bagi tim Olimpiade AS karena menjadi atlet perempuan AS yang berjilbab.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.