Terkuak, Rusia Pernah Ingin Lumatkan London dengan Bom Atom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.123rf.com

    www.123rf.com

    TEMPO.CO, London - Sebuah rencana Rusia menjatuhkan bom atom di London untuk menghancurkan ibu kota Inggris itu telah terungkap ke publik. Laman Daily Record, 24 Oktober 2015, melaporkan rahasia itu dibuka ke publik setelah Arsip Nasional merilis surat yang ditulis pakar bom atom Inggris ke otoritas lembaga atom negaranya.

    Adalah William Penney, ahli atom yang membantu mengembangkan bom atom pertama di Inggris, memperingatkan Ketua Otoritas Energi Atom Edwin Plowden pada 1954 bahwa Rusia, salah satu raksasa Eropa Timur, itu siap untuk menjatuhkan beberapa bom dengan efek ledak yang sangat kuat.

    BERITA MENARIK

    Ahok: Apa Iya Saya Lecehin TNI?
    Asap Sampai di Jakarta, Ahok: Saya Mau Beli Helikopter

    Ahli berpaspor Inggris itu menulis dalam surat rahasia bahwa bom akan jatuh di seluruh London selama Perang Dingin, dari Croydon di London selatan, Uxbrige di barat, dan Romford di timur. Ledakan itu, dia menambahkan, akan menjadi "kehancuran total" dalam jarak pandang tiga mil ke segala arah.

    "Alih-alih menggunakan, katakanlah, 32 bom di London, mereka kemungkinan akan menggunakan tiga, empat, atau lima bom atom yang sangat kuat yang bakal memberikan total kerusakan yang sama tetapi meski demikian perlu ditujukan kepada target secara akurat," kata William dalam surat tersebut.

    Penny juga mengingatkan bahwa efek bom akan lebih kuat daripada yang digunakan pada 1945 saat Amerika Serikat menjatuhkan bom atom melawan Jepang di Nagasaki. Surat tulisan tangan itu kini telah dirilis oleh Arsip Nasional. Ahli bom atom itu meninggal pada 1991 di usia yang ke-81 tahun.

    DAILY RECORD | MECHOS DE LAROCHA

    RISMA TERSANGKA
    Ribut Risma Tersangka: 5 Hal Ini Mungkin Anda Belum Tahu
    'Bu Risma Tak Salah, Malah Tersangka, Ada Apa di Balik Ini'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.