Polisi AS Pastikan Pelaku Penembakan Oregon Tewas Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chris Harper-Mercer (26 tahun), pelaku penembakan massal di sebuah perguruan tinggi di Oregon. Ia diketahui pernah membeli perlengkapan Nazi secara online dan adalah seorang pendukung IRA (tentara republik Irlandia). Dailymail.co.uk

    Chris Harper-Mercer (26 tahun), pelaku penembakan massal di sebuah perguruan tinggi di Oregon. Ia diketahui pernah membeli perlengkapan Nazi secara online dan adalah seorang pendukung IRA (tentara republik Irlandia). Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Oregon - Kepolisian Amerika Serikat memastikan bahwa tersangka insiden penembakan di sebuah perguruan tinggi di Oregon yang menewaskan sembilan orang pada pekan lalu, tewas karena bunuh diri.

    "Pemeriksa medis mengidentifikasi penyebab kematian penembak yang dikenal sebagai Christopher Harper-Mercer disebabkan oleh bunuh diri," kata Sheriff Distrik Douglas, John Hanlin, Senin 5 Oktober 2015.

    Pada insiden penembakan di Umpqua Community College di Roseburg itu, tersangka yang berusia 26 tahun itu menembak mati profesor bahasa Inggris dan delapan mahasiswa lain, sebelum menembak dirinya sendiri.

    Laporan awal menyebutkan, tersangka mati terkena tembakan polisi setelah terjadi tembak menembak sekitar lima menit di lokasi kejadian di kampus tersebut.

    Hanlin turut memberikan rincian waktu kejadian dengan menyebut dua anggota polisi berada di lokasi dalam waktu lima menit setelah penembakan terjadi dan menginformasikan mereka berbalas tembakan dengan tersangka dua menit kemudian.

    "Polisi bertindak cepat, mereka berbalas tembakan dengan tersangka bersenjata sebelum situasi reda," kata Hanlin seperti yang dilansir CNN pada Senin 5 Oktober 2015.

    Hanlin mengatakan, polisi menemukan satu lagi senapan dari apartemen tersangka, membuat semuanya berjumlah 14 senjata api disita - delapan daripanya dari rumah tersangka sementara enam dari perguruan tinggi bersangkutan.

    CNN|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.