TRAGEDI MINA, Hidayat Nur Wahid Minta OKI Ikut Investigasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas berdiri disamping jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    Sejumlah petugas berdiri disamping jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid meminta Kementerian Agama mengusulkan keterlibatan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Negara Islam dalam investigasi tragedi saat lempar jumrah di Mina, 24 September 2015. Dengan begitu, investigasi bisa dilakukan secara independen.

    "Saya harap investigasi berjalan profesional, libatkan negara OKI dan tim ahli independen, sehingga akan segera terungkap penyebabnya dan bisa dievaluasi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat, 25 September 2015.

    Sebanyak 717 orang tewas dan lebih dari 800 luka-luka akibat terinjak-injak dan saling terdorong di Jalan Arab 204, Mina, saat melakukan lempar jumrah sebagai salah satu rukun haji. Sejumlah media Arab Saudi mengabarkan adanya massa yang berbalik arah di jalan tersebut, sehingga menimbulkan tabrakan antar jemaah. Kabar lain menyebutkan rombongan keluarga Raja Arab Saudi yang tiba-tiba mendesak jemaah lain, sehingga terjadi saling dorong.

    Hidayat mengatakan pemerintah Arab Saudi sebenarnya telah memperbaiki arus ibadah haji tiap tahun. Setelah musibah yang sama pada 2006, pemerintah Arab Saudi membuat alur datang dan balik jemaah haji berlainan sehingga mereka tak saling bertabrakan. "Namun, ketika terjadi saling dorong dan chaos, musibah tak terhindarkan lagi," kata dia.

    Berdasarkan kejadian ini, ia meminta pemerintah Arab Saudi membuat pintu keluar (exit gate) lebih banyak di lokasi-lokasi lempar jumrah. Dengan begitu, jemaah bisa segera menyelamatkan diri ketika terjadi huru-hara. "Selain tentara yang siaga perlu diperbanyak di pintu keluar karena saya belum lihat banyak kawasan-kawasan penyelamatan itu."

    Tim Pengawas Haji dan Amirul Haj mencatat tiga jemaah asal Indonesia turut menjadi korban musibah ini. Hidayat menduga jemaah tersebut tersesat dari rombongan dan tidak menaati imbauan pemerintah Indonesia soal jadwal lempar jumrah bagi jemaah Indonesia. Meski begitu, ia mengapresiasi kesigapan tim Daerah Kerja Mekah yang langsung mengidentifikasi korban dan membuka layanan informasi bagi jemaah.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.