Ledakan Tianjin, Terjebak 31 Jam, Petugas Damkar Ini Selamat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran menggunakan pakaian pelindung saat mencari jenazah korban ledakan di pelabuhan Tianjin, Cina, 14 Agustus 2015. Ledakan TNT seberat 21 ton, menewaskan 50 orang dan 700 lainnya luka-luka. REUTERS/Jason Lee

    Petugas pemadam kebakaran menggunakan pakaian pelindung saat mencari jenazah korban ledakan di pelabuhan Tianjin, Cina, 14 Agustus 2015. Ledakan TNT seberat 21 ton, menewaskan 50 orang dan 700 lainnya luka-luka. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Tianjin - Seorang petugas pemadam kebakaran yang merupakan salah satu di antara beberapa petugas darurat yang pertama kali berada di lokasi ledakan gudang besar di Tianjin ditemukan hidup. Padahal, ia kehilangan kontak dengan petugas lainnya selama sekitar 31 jam.

    Gong Xian Shang, seorang pejabat media lokal, mengatakan dalam konferensi pers bahwa seorang pria diselamatkan pada Jumat 14 Agustus 2015 sekitar pukul 07.05 pagi waktu setempat.

    Pria tersebut diidentifikasi sebagai petugas pemadam kebakaran berusia 19 tahun bernama Zhou Ti. Dia adalah salah satu yang pertama kali bertugas memadamkan api di gudang setelah menerima laporan tentang kebakaran di sana pada Rabu malam 12 Agustus.

    Tidak jelas apakah Zhou terluka dalam insiden tersebut. Namun, seperti yang dilansir Shanghaiist pada 14 Agustus 2015, menyebutkan bahwa dia menderita luka bakar di wajahnya dan mengalami amnesia.

    Lebih dari 20 petugas pemadam kebakaran telah dilaporkan tewas setelah ledakan. Korban tewas bertambah jumlahnya menjadi 56 orang. Diperkirakan akan makin bertambah, sementara lebih dari 700 orang dirawat di rumah sakit.

    Baca: Ledakan di Tianjin, 50 Tewas dan 71 Kritis

    SHANGHAIIST|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.