Kunjungan Koizumi ke Kuil Perang Picu Amarah Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tokyo: Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi mengunjungi kuil Yasukuni, Senin (17/10). Ini merupakan penghargaan atas 2,5 juta warga negara Jepang yang tewas selama Perang Dunia II, termasuk sejumlah penjahat perang dari negara itu. Kunjungan ini kontroversial. Yasukuni dianggap oleh negara lain sebagai simbol militerisme Jepang. Mahkamah Agung Jepang pada bulan lalu bahkan menyebutkan bahwa kunjungan ke kuil ini melanggar konstitusi.Reaksi langsung muncul dari Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Ban Ki-Moon memanggil Duta Besar Jepang untuk Korea Selatan Shotaro Oshima segera setelah kunjungan Koizumi itu."Pemerintah Korea Selatan sangat menyesal dan kecewa dengan kunjungan itu," kata Ban kepada Oshima, yang disaksikan para wartawan.Ban meminta agar kunjungan ke Yasukuni diakhiri. "Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kunjungan Perdana Menteri Koizumi ke Yasukuni merupakan batu sandungan terbesar bagi hubungan Korea-Jepang," tuturnya. Tak ada komentar apapun dari Oshima atas pernyataan Ban ini.Jepang menjajah Korea pada 1940-1945. Meski hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan pada 1965, banyak orang Korea Selatan masih membenci bekas penjajahnya itu. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.