Dituding Biang Rusuh, Mesir Hukum Mati Muhammad Mursi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Mesir Mohammed Morsi saat menjalani persidangan di Kairo, Mesir, 8 Mei 2014. Pengadilan Kairo menjatuhkan hukuman pidana 20 tahun penjara terhadap bekas Presiden Mesir Mohamed Mursi. AP/Tarek el-Gabbas, File

    Presiden Mesir Mohammed Morsi saat menjalani persidangan di Kairo, Mesir, 8 Mei 2014. Pengadilan Kairo menjatuhkan hukuman pidana 20 tahun penjara terhadap bekas Presiden Mesir Mohamed Mursi. AP/Tarek el-Gabbas, File

    TEMPO.CO, Kairo - Pengadilan Kejahatan Kairo menjatuhkan hukuman mati terhadap bekas Presiden Muhammad Mursi dan 105 tersangka lain pada Sabtu, 16 Mei 2015.

    Setelah menjatuhkan vonis, hakim mengirimkan keputusan tersebut kepada Mufti Agung untuk mendapatkan pertimbangan sesuai dengan hukum Mesir. Hal yang sama dilakukan hakim terhadap keputusan yang dijatuhkan untuk pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun, Mohamed El-Beltagy dan Khairat El-Shater, serta 14 pentolan organisasi ini.

    Hukuman mati yang dijatuhkan pada Sabtu, 16 Mei 2015, terhadap Mursi adalah yang pertama kali terjadi dalam sejarah Mesir. Hukuman mati yang bakal dijalani Mursi kemungkinan melalui tiang gantungan jika upaya bandingnya ditolak.

    Dalam kasus spionase, Mursi dan 35 pendukungnya didakwa telah berkonspirasi dengan kekuatan asing, yakni kelompok Islam Palestina Hamas, gerakan Hibullah Libanon, dan Pengawal Revolusi Iran. Konspirasi yang dilakukan itu, menurut dakwaan jaksa, menyebabkan Mesir tidak stabil.

    Adapun pada peristiwa penyerangan penjara, bekas presiden itu dan 130 pengikutnya dituduh menyerang lembaga pemasyarakatan pada 2011 guna melakukan perlawanan terhadap Husni Mubarak.

    Pada April 2015, Mursi, yang berasal dari Al-Ikhwan Al-Muslimun, dihukum penjara 20 tahun karena dianggap menggelorakan kekerasan dan memerintahkan penahanan serta penyiksaan terhadap para pengunjuk rasa selama kerusuhan antara polisi, pendukung, dan penentangnya pada Desember 2012.

    Ratusan anggota Al-Ikhwan, organisasi yang dinyatakan terlarang beberapa bulan setelah Mursi terjungkal, diseret ke meja hijau dengan berbagai dakwaan, antara lain pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan menghasut kekerasan.

    Pada April 2015, pemimpin tertinggi Al-Ikhwan, Mohamed Bardie; putra anggota dan pengusaha Hassan Malek, Omar Malek; serta anggota terkemuka, Saad El-Hoseiny, menerima hukuman mati dalam persidangan terpisah.

    AHRAM ONLINE | CHOIRUL AMINUDDIN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?