Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

KAA 1955, Pemimpin Bersidang, Para Istri Pelesir ke Braga  

image-gnews
Para istri delegasi KAA pada acara ramah tamah dengan Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati bersama Wapres dan Ibu Wapres di Bandung, 18 April 1955. Dok. Perpusnas
Para istri delegasi KAA pada acara ramah tamah dengan Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati bersama Wapres dan Ibu Wapres di Bandung, 18 April 1955. Dok. Perpusnas
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika para kepala negara peserta Konferensi Asia-Afrika sibuk bersidang di Gedung Merdeka, Bandung, pada April 1955, para istri dan anak-anak mereka menikmati kota yang sejuk itu.

Putri Jawaharlal Nehru, Priyadarshini Nehru atau belakangan dikenal sebagai Indira Gandhi, amat kagum pada Blinden Instituut, sekolah spesialis mata di kota itu. "Dia merasa aneh Indonesia punya yang kayak gitu," ujar Romlah Rustandi Martakusumah.

Romlah, kini 93 tahun, adalah salah satu liaison officer yang bertugas menemani para tamu wanita dan anak-anak anggota delegasi. Selain menemani Indira Gandhi, Romlah mendampingi istri beberapa anggota delegasi dan Norodom Buppha Devi, putri Raja Kamboja Norodom Sihanouk, yang ketika itu baru berusia 11 tahun.

Hari-hari konferensi seperti liburan bagi keluarga anggota delegasi. Menurut Romlah, para istri delegasi sering minta diajak ke Jalan Braga untuk membeli kain, kue, dan berbagai oleh-oleh di toko-toko cenderamata di sepanjang jalan itu. "Braga waktu itu masih cantik," kata dia.

Sebagai liaison officer, Romlah harus sudah siap di Hotel Savoy Homann, tempat menginap sebagian besar anggota delegasi, tepat pukul tujuh pagi untuk menjemput istri atau anak anggota delegasi. Setiap hari dia mengenakan kain kebaya berwarna mencolok. Rambutnya pun dikonde.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Biasanya sekitar pukul delapan, mereka pergi menggunakan mobil Impala yang khusus didatangkan untuk acara istimewa itu. Romlah menguasai bahasa Inggris dan Belanda, jadi mudah berkomunikasi dengan Indira Gandhi. Namun dengan anak Sihanouk yang berbahasa Prancis, "Kami nyambung pakai isyarat," ucapnya terbahak.

Mengurus tamu negara tidak selalu mudah, meski pelayanan dan pengamanan serba premium. Suatu ketika Buppha hilang. Semua orang ribut. Polisi dikerahkan. Para pendamping ketakutan. Yang paling gugup tentu saja Sobandi Sachri, liaison officer yang bertugas khusus mendampingi keluarga raja itu. "Saya geumpeur pisan (gugup sekali)," ujar Sobandi, seperti dikutip dalam buku Di Balik Layar Warna-warni Konferensi Asia-Afrika 1955 di Mata Pelakunya.

Buppha akhirnya ditemukan tengah berjalan-jalan sendiri di Jalan Otto Iskandardinata. Para pedagang yang melihat anak berpakaian necis dan hanya bisa berbahasa Prancis curiga, lalu melapor ke polisi.

TIM TEMPO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kilas Balik 69 Tahun Konferensi Asia Afrika dan Dampaknya bagi Dunia

8 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (ketujuh kanan), Ketua MPR Bambang Soesatyo (delapan kanan) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (keenam kanan) dan puluhan delegasi pimpinan MPR negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) foto bersama seusai pembukaan Konferensi Internasional secara resmi di Gedung Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa 25 Oktober 2022. Konferensi Pimpinan MPR Negara-negara OKI tersebut merupakan pertemuan Internasional untuk membahas forum MPR dalam mewujudkan perdamaian dunia dan penguatan parlemen dari negara-negara Islam. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Kilas Balik 69 Tahun Konferensi Asia Afrika dan Dampaknya bagi Dunia

Hari ini, 69 tahun silam atau tepatnya 18 April 1955, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat.


Dosen Hubungan Internasional Unair: Indonesia Bisa Ajak Negara Peserta KAA untuk Tekan Israel

24 November 2023

Menlu RI Retno Marsudi saat mengisi acara
Dosen Hubungan Internasional Unair: Indonesia Bisa Ajak Negara Peserta KAA untuk Tekan Israel

Rumah Sakit Indonesia di Gaza berada dalam kondisi luluh lantah akibat serangan oleh Israel, peristiwa tersebut pun turut direspon oleh Dosen HI Unair.


Kunjungi Kedubes Palestina, Hasto PDIP: Hubungan Batin Bung Karno dan Megawati dengan Palestina Sangat Kuat

10 Oktober 2023

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan sambutan saat membuka acara pelatihan juru kampanye (jurkam) partai tingkat nasional dalam menghadapi Pemilu 2024 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu 5 Agustus 2023. Pelatihan tersebut diikuti 100 peserta yang berasal dari utusan masing-masing DPD serta utusan sayap dan badan partai, guna memenangkan Pilpres dan Pileg 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Kunjungi Kedubes Palestina, Hasto PDIP: Hubungan Batin Bung Karno dan Megawati dengan Palestina Sangat Kuat

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengunjungi Kedutaan Besar Palestina untuk menyatakan dukungan kepada Palestina.


Menlu Retno Ajak Anggota PBB Bangkitkan Kepercayaan, Solidaritas Global

24 September 2023

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pernyataan Indonesia dalam Sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, AS, pada Sabtu, 23 September 2023. ANTARA/HO-Kemlu RI
Menlu Retno Ajak Anggota PBB Bangkitkan Kepercayaan, Solidaritas Global

Menlu Retno menyampaikan bahwa setiap negara memiliki hak yang sama untuk membangun dan tumbuh.


Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Berpisah dengan Gedung Pakuan Usai Purnatugas Gubernur Jawa Barat

9 September 2023

Gedung Pakuan. GooglenStreet View
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Berpisah dengan Gedung Pakuan Usai Purnatugas Gubernur Jawa Barat

Masa jabtan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat telah berakhir. Ia dan istrinya Atalia Praratya meninggalkan rumah dinas Gedung Pakuan.


Delegasi 5 Negara Ramaikan Parade Asia Africa Festival di Bandung Hari ini

29 Juli 2023

Ribuan Masyarakat Meriahkan Puncak Acara Asia Africa Festival 2019
Delegasi 5 Negara Ramaikan Parade Asia Africa Festival di Bandung Hari ini

Asia Africa Festival mengingatkan kembali peristiwa Konferensi Asia Afrika yang terjadi di Bandung pada 18-24 April 1955.


Bandung Bakal Gelar Festival Asia Afrika Akhir Pekan ini, Museum Tutup Sementara

24 Juli 2023

Meriahnya Festival Peringatan Asia-Afrika Ke-61
Bandung Bakal Gelar Festival Asia Afrika Akhir Pekan ini, Museum Tutup Sementara

Festival Asia Afrika berupa karnaval atau parade di sepanjang jalan bersejarah di Kota Bandung itu terhenti tiga tahun selama karena pandemi.


Profil Acil Bimbo, Kakek Aktris Adhisty Zara yang Sempat Larang Terjun di Dunia Hiburan

10 Juli 2023

Zara Adhisty dan kakeknya, Acil Bimbo. Instagram/@zaraadhsty
Profil Acil Bimbo, Kakek Aktris Adhisty Zara yang Sempat Larang Terjun di Dunia Hiburan

Acil Bimbo pernah melarang cucunya, Adhisty Zara terjun di dunia hiburan. Ini alasannya.


Indonesia Pernah Punya Mendikbud Perempuan Artati Marzuki Sudirdjo, Ini profilnya

20 April 2023

Artati Marzuki Sudirdjo. facebook.com
Indonesia Pernah Punya Mendikbud Perempuan Artati Marzuki Sudirdjo, Ini profilnya

Artati Marzuki Sudirdjo menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Mendikbud. Lantas, siapakah Artati sebenarnya?


Kenapa Konferensi Asia Afrika Digelar 18-23 April 1955: Salah Satunya Sebelum Masuk Bulan Ramadan

18 April 2023

Presiden pertama RI, Sukarno (kiri) didampingi Wakil Presiden Mohammad Hatta, memberikan hormat saat tiba di Jalan Asia Afrika yang menjadi Historical Walk dalam penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, 1955. Dok. Museum KAA
Kenapa Konferensi Asia Afrika Digelar 18-23 April 1955: Salah Satunya Sebelum Masuk Bulan Ramadan

Konferensi Asia Afrika, yang awalnya diprediksi 10 hari dipangkas separuhnya dan negara-negara sepakat supaya konferensi selesai pada 23 April 1955