Filipina Bentuk Tim Pengawas Hemat Energi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Harga minyak dunia yang terus melambung, membuat pemerintah Filipina meminta rakyatnya menghemat energi. Dengan gerakan penghematan energi, Presiden Gloria Arroyo berharap penggunaan energi setidaknya bisa dihemat sampai 10 persen. Kita tak bisa mengontrol harga minyak, kata Arroyo. Namun, lanjutnya, kita dapat mengendalikan komitmen kita untuk menghemat penggunaannya. Ia mengungkapkan, pada tahun lalu pemerintah mengimpor 126 juta barrel minya, yang 58 percent diantaranya digunakan untuk sektor transportasi. Jika pemerintah ingin mendapatkan dukungan dari kalangan swasta, masyarakat, dan rumah tangga, kita harus memperlihatkannya telebih dulu, kata Arroyo. Untuk mengawasi pelaksanaan gerakan itu, dibentuk sebuah tim khusus di bawah komando Menteri Energi Peter Abaya. Tim ini akan memeriksa penggunaan lampu dan alat pendingin (AC) di semua instansi pemerintah, sekolah, dan perusahaan negara sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Setiap bagunan milik pemerintah, mulai hari ini diwajibkan mengganti lampu dengan yang hemat energi, dan memasang AC pada suhu 25 derajat celsius. Semua lampu dan AC itu harus sudah dimatikan sebelum waktu kerja berakhir, kata Abaya. Ia memperkirakan, konsumsi listrik untuk AC mencapai 70 persen. Selain lampu dan AC, jatah bahan bakar untuk 74 ribu kendaraan dinas milik pemerintah, selain jumlahnya dibatasi juga harus menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Setiap pejabat yang akan menggunakan kendaraan harus mendapat izin tertulis agar hal itu tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.