Bukti Baru Pembunuhan Nemtsov Pengkritik Kremlin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memeindahkan jasad Boris Nemtsov, yang tertembak di jembatan Moskvoretsky, Moskow, 28 Februari 2015. Ia ditembak oleh seorang pengendara mobil yang langsung melarikan diri. DMITRY SEREBRYAKOV/AFP/Getty Images

    Petugas medis memeindahkan jasad Boris Nemtsov, yang tertembak di jembatan Moskvoretsky, Moskow, 28 Februari 2015. Ia ditembak oleh seorang pengendara mobil yang langsung melarikan diri. DMITRY SEREBRYAKOV/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Moskow - Sebuah mobil yang diduga terkait dengan pembunuhan politikus oposisi Rusia, Boris Nemtsov, terekam kamera CCTV sedang berada di dekat lokasi tempat Nemtsov dibantai. Foto dari rekaman CCTV itu diterbitkan oleh tabloid Rusia, Moskovsky Komsomolets (MK), dan dilansir IBTimes, Rabu, 10 Maret 2015.

    Foto itu menunjukkan para tersangka yang sedang duduk di dalam mobil jenis ZAZ Chance, yang dilaporkan kabur dari lokasi pembunuhan. Ada dua orang di situ. Salah satunya diduga tersangka utama, yakni Zaur Dadaev.

    Mobil itu adalah satu dari tiga mobil yang diduga polisi digunakan pelaku pada hari pembunuhan Nemtsov, 27 Februari 2015. Menurut MK, foto itu diambil beberapa hari sebelum kejadian.

    Nemtsov ditembak mati di sebuah jembatan yang menghadap ke Kremlin. Dia dikabarkan sedang mempersiapkan dokumen bukti keterlibatan militer Rusia dalam konflik Ukraina beberapa pekan sebelum kematiannya.

    Polisi sudah menahan lima orang yang berhubungan dengan pembunuhan itu. Mantan perwira polisi Chechnya, Zaur Dadaev, dan penjaga keamanan Moskow, Anzor Gubashev, disebut-sebut sebagai tersangka utama.

    Sumber kepolisian mengatakan kepada kantor berita Rosbalt pada Januari lalu bahwa Dadaev mengaku merancang pembunuhan itu sebagai pembalasan dendam atas komentar negatif Nemtsov terhadap muslim, Nabi Muhammad, dan Islam.

    Namun, menurut MK, pada Selasa lalu, Dadaev mengaku tak bersalah dan pengakuannya dulu hanya bertujuan menyelamatkan anak buahnya. Empat tersangka lain juga mengaku tak bersalah.

    Teman-teman dan rekan-rekan Nemtsov membantah klaim bahwa Nemtsov dibunuh oleh muslim karena membela Charlie Hebdo. "Nemtsov tak pernah berbicara buruk tentang Islam," tulis Ilya Yashin, pendiri partai oposisi RPR-Parnas, di Facebook.

    RT | IBTIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.