Liga Arab Ingin Punya Pasukan Khusus, untuk Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para menteri Liga Arab dan Turki.  AP/Ibrahim Usta

    Para menteri Liga Arab dan Turki. AP/Ibrahim Usta

    TEMPO.CO, Kairo - Ketua Liga Arab Nabil Elaraby, Senin, 9 Maret 2015, mendesak negara-negara Arab membentuk Pasukan Arab Bersatu, yang bertugas memerangi kelompok ekstremis.

    "Ada kebutuhan mendesak, yakni membentuk pasukan militer Arab. Mereka merupakan pasukan khusus yang sanggup bergerak cepat guna menghadapi terorisme dan aktivitas kelompok teroris," ucap Elaraby dalam sebuah pertemuan para Menteri Luar Negeri negara anggota Liga Arab di Kairo, Mesir.

    Elaraby juga menekankan pentingnya kerja sama di kawasan terkait dengan perlindungan keamanan dan pertukaran informasi di antara negara-negara Arab.

    Wakil Ketua Liga Arab Ahmed Ben Helli sebelumnya mengatakan para pemimpin blok diharapkan berfokus pada terbentuknya pasukan bersama ketika mereka bertemu dalam pertemuan tahunan pada 28-29 Maret 2015 di kawasan resor Laut Merah, Sharm El-Sheikh, Mesir.

    "Pasukan tersebut sangat penting sebagai simbol pada saat menghadapi konflik atau bencana," ucapnya.

    Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi selaku sahibulbait mengatakan hal yang sama seraya berucap, "Pasukan bersama itu sangat penting untuk menghadapi ancaman keamanan di kawasan tempat kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah serta meraih berbagai kemenangan di Libya, tetangga Mesir."

    Dia meminta sejumlah anggota Liga, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Yordania, memberikan dukungan terhadap gagasan tersebut.

    Sementara itu, pejabat tinggi militer Amerika Serikat, Senin, 9 Maret 2015, memperingatkan bahwa koalisi internasional yang sedang berperang melawan ekstremis ISIS bisa terancam jika pemerintah Bagdad gagal menjembatani kelompok sektarian yang terbelah di Irak.

    ARAB NEWS | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.