HRW: Tentara Sudan Perkosa 200 Gadis dalam 3 Hari  

Reporter

Editor

Kurniawan

Sejumlah tentara melakukan patroli di desa Tabit, utara Darfur, Sudan, 20 November 2014. Pasukan perdamaian yang dikenal UNAMID melakukan penyelidikan tentang pemerkosaan masal 200 perempuan yang seperti diberitakan. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

TEMPO.COLondon - Human Rights Watch, organisasi pengawas hak asasi manusia internasional, mengumumkan hasil penyelidikannya terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Sudan pada Kamis, 11 Februari 2015. Menurut mereka, lebih dari 200 perempuan di Darfur diperkosa Angkatan Bersenjata Sudan dalam sebuah serangan yang "luas, terorganisir dan sistematis".

"Mereka melakukannya satu demi satu. Satu orang membantu memukul korban, dan yang lain memperkosannya. Kemudian mereka akan beralih ke gadis berikutnya," kata Khatera, korban yang selamat, dalam laporan sepanjang 48 halaman tentang pemerkosaan massal yang terjadi selama tiga hari di akhir Oktober 2014 di Tabit, kota kecil di wilayah Darfur, Sudan.

Khatera, 40-an tahun, dan tiga putrinya, termasuk di antara 221 perempuan yang diperkosa tentara Sudan. Dua dari tiga putrinya masih berusia di bawah 11 tahun ketika pemerkosaan itu terjadi.

Nadia, salah satu korban yang selamat, menerangkan, 18 tentara masuk ke rumahnya pada saat itu. Tiga tentara menyeret para lelaki keluar rumah dan menyiksa mereka. "Lalu 15 tentara lain memperkosa kami berempat," kata Nadia, 20-an tahun.

Banyak perempuan yang dipukul dan diperkosa tentara Sudan berkali-kali. Bahkan hal itu dilakukan di depan mata keluarga dan sahabat korban. Para korban tahu bahwa tentara dan pelaku penyerangan yang berpakaian sipil itu berasal dari markas Angkatan Bersenjata Sudan, yang berada setengah kilometer dari pusat Kota Tabit.

Kabar tentang serangan itu pertama kali disiarkan Radio Dabanga, radio Belanda di Sudan, tapi langsung dibantah oleh pemerintah Sudan, yang menuduh radio itu "menyebarkan kebohongan".

"Pemerintah Sudan harus menghentikan penyangkalan ini dan segera memberi akses kepada pasukan perdamaian dan penyelidik internasional ke Tabit," kata Daniel Bekele, direktur bidang Afrika di Human Rights Watch.

THE INDEPENDENT | HRW | KURNIAWAN






Putus Hubungan dengan Qatar, Kepentingan Yaman Diwakili Sudan

21 Juni 2017

Putus Hubungan dengan Qatar, Kepentingan Yaman Diwakili Sudan

Sudan sepakat menerima permintaah Yaman.


Amnesty: Sudan Selatan Bakar 2.000 Rumah Penduduk

1 April 2017

Amnesty: Sudan Selatan Bakar 2.000 Rumah Penduduk

PBB mengkategorikan pembakaran rumah penduduk sebagai genosida.


TNI Gelar Festival Layang-layang di Sudan

27 Februari 2017

TNI Gelar Festival Layang-layang di Sudan

Festival tersebut bertujuan menghibur para pelaksana misi perdamaian di Sudan di sela kegiatan rutin.


Penyelundupan Senjata di Sudan, Polisi RI Bakal Dipulangkan  

21 Februari 2017

Penyelundupan Senjata di Sudan, Polisi RI Bakal Dipulangkan  

Wakil Menlu Abdurrahman Fachir memastikan polisi RI yang dituduh menyelundupkan senjata di Sudan akan dipulangkan.


Perampokan Sapi, Ribuan Orang Tewas di Sudan Selatan

5 Februari 2017

Perampokan Sapi, Ribuan Orang Tewas di Sudan Selatan

Kekerasan melanda desa-desa, perempuan diculik dan dibunuh.


Keamanan Terkendali, Sudah Selatan Tolak Pasukan PBB

13 Januari 2017

Keamanan Terkendali, Sudah Selatan Tolak Pasukan PBB

Menurut Menteri Pertahanan Kuol Manyang Juuk, Sudan Selatan memang sudah tak perlu lagi pasukan PBB untuk melindungi pasukan regi


Tanpa Dakwaan, Sudan Bebaskan 6 Mahasiswa  

21 Juni 2016

Tanpa Dakwaan, Sudan Bebaskan 6 Mahasiswa  

Para mahasiswa itu dicokok saat berlangsung kerusuhan di Univeritas Khartum yang melibatkan mahasiswa dan pasukan keamanan.


PBB: Perempuan Dijadikan Upah Seks Milisi di Sudan

12 Maret 2016

PBB: Perempuan Dijadikan Upah Seks Milisi di Sudan

Pemerintah Sudan Selatan menolak militernya menjadikan warga sipil sasaran serangan, namun berjanji akan melakukan invstigasi.


Kecelakaan Pesawat, Bayi Ini Satu-satunya Korban Selamat

7 November 2015

Kecelakaan Pesawat, Bayi Ini Satu-satunya Korban Selamat

Bayi perempuan itu ditemukan ketika pasukan keamanan dan wartawan tengah berusaha mencari kotak hitam


Kecelakaan Pesawat di Sudan Selatan, 41 Tewas  

4 November 2015

Kecelakaan Pesawat di Sudan Selatan, 41 Tewas  

Cuaca buruk menyulitkan petugas mencari korban lainnya.