Penyerang 'Pembalasan Nabi' Tenteng AK dan Granat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dikabarkan seorang penyerang membawa senapan serbu jenis Avtomat Kalashnikov dan lainnya menenteng pelontar granat dalam penyerangan ke kantor Charlie Hebdo, Paris, 7 Januari 2015. ANNE GELBARD/AFP/Getty Images

    Dikabarkan seorang penyerang membawa senapan serbu jenis Avtomat Kalashnikov dan lainnya menenteng pelontar granat dalam penyerangan ke kantor Charlie Hebdo, Paris, 7 Januari 2015. ANNE GELBARD/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Paris - Kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis, diserang beberapa orang tak dikenal pada Rabu, 7 Januari 2015. Dalam insiden ini, 11 orang pekerja majalah mingguan tersebut tewas dan lainnya luka-luka. (Baca: Penyerang Charlie Hebdo: Ini Pembalasan Nabi)

    Dalam sebuah video amatir yang beredar di YouTube terlihat ada dua orang yang melakukan penyerangan. Satu orang membawa senapan serbu jenis Avtomat Kalashnikov dan lainnya menenteng pelontar granat.

    Dari rekaman video tersebut, serangan pertama dilancarkan oleh si peneteng pelontar granat.  Sebab, tiga detik setelah keduanya turun dari city car warna hitam terdengar tiga kali bunyi ledakan. Kemudian, disusul sembilan kali bunyi rentetan senjata serbu. (Baca: Netizen Galang Dukungan untuk Charlie Hebdo)

    Dalam video tersebut tampak seorang pria mengenakan jaket dan celana olahraga biru tersungkur persis setelah bunyi "dor" dari senjata serbu. Pria ini terus melambaikan tangan saat didekati kedua penyerang.

    Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, si pembawa pelontar granat sekali lagi menembakkan senjatanya. Terdengar satu kali ledakan keras saat keduanya jalan menuju mobil.

    Diduga, serangan ini berkaitan dengan tindakan Charlie Hebdo memuat karikatur Nabi Muhammad SAW. Majalah mingguan ini beberapa kali menuai ancaman karena memuat karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW.

    SYAILENDRA

    Terpopuler
    Khotbah Jumat Ngawur, NU: Jemaah Boleh Interupsi
    Heboh Wanita Medok Halau ISIS di YouTube
    Ekor Air Asia Ditemukan, Penyelam Kehabisan Oksigen
    Interupsi Khotbah Jumat Ngawur Boleh, Ini Dasarnya
    Ekor Air Asia Ditemukan di Dasar Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.