Oposisi Batal Demsontrasi, Presiden Arroyo Tolak Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Presiden Filipina, Gloria Arroyo akan menuntaskan masa jabatannya hingga 2010 mendatang. Karena itu, menurut Juru bicara kepresidenan, Ignacio Bunye, jika pihak oposisi ingin berkuasa harus bersabar hingga masa pemilihan berikutnya tiba. Kelompok oposisi yang antara lain terdari dari sejumlah pensiunan jenderal telah meminta Arroyo mundur sebagai presiden. Hal itu terkait dugaan skandal suap dari mafia judi yang melibatkan putra dan sepupunya, Juan Miguel Arroyo dan Ignacio Arroyo. Pihak oposisi juga mengancam akan menggelar unjuk rasa besar-besar untuk mendesak Arroyo meletakkan jabatannya sebagai presiden, Sabtu (25/6). Namun, aksi tersebut batal digelar. Tuntutan itu absurd. Arroyo terpilih dalam pemilu secara fair, tukas Bunye, Minggu (26/6). Pihak Militer Filipina sendiri kemarin telah menurunkan satus siaga merah yang diberlakukan sejak Rabu (22/6) lalu. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.