Terlibat Kekerasan, Al-Azhar Pecat 71 Mahasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim melaksanakan salat tarawih untuk mengharapkan malam seribu bulan, di Masjid Al-Azhar, di Kairo, Mesir, Kamis 24 Juli 2014. Malam seribu bulan atau Lailatul Qadar dipercaya jatuh pada malam ke-27 di bulan Ramadan. REUTERS/Asmaa Waguih

    Umat Muslim melaksanakan salat tarawih untuk mengharapkan malam seribu bulan, di Masjid Al-Azhar, di Kairo, Mesir, Kamis 24 Juli 2014. Malam seribu bulan atau Lailatul Qadar dipercaya jatuh pada malam ke-27 di bulan Ramadan. REUTERS/Asmaa Waguih

    TEMPO.CO, Kairo - Universita Al-Azhar Kairo, Rabu, 17 Desember 2014, mengusir 71 mahasiswa dari bangku kuliah karena terlibat dalam kerusuhan dan unjuk rasa di lingkungan kampus. Dalam sebuah pernyataan, pejabat perguruan tinggi kenamaan di Negeri Piramid itu mengatakan, keputusan mengeluarkan para mahasiswa itu diambil setelah pihaknya mendapatkan bukti bahwa mereka telah terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di kampus.

    Ditambahkannya, para mahasiswa yang dikeluarkan itu juga dilaporkan ke angkatan bersenjata Mesir untuk mendapatkan pendidikan militer.

    Universitas Al-Azhar menyaksikan gelombang protes dan bentrok antara mahasiswa anti-pemerintah dan pasukan keamanan sejak Presiden Muhamad Mursi digulingkan pada 3 juli 2013.

    Sejak itu, ribuan mahasiswa ditahan dan diseret ke meja hijau untuk diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. Adapun para dosen dipecat sebagai staf pengajar karena ikut berunjuk rasa sesuai dengan keputusan Dewan Agung Universitas.

    AHRAM ONLINE | CHOIRUL

    Berita Lain
    Begini Pembubaran Nonton Film Senyap di AJI Yogya
    Polisi Tangkap Demonstran Anti-Natal di Mojokerto
    Tertinggal Pesawat, Dhani: Pilot Garuda Kampret
    'Titiek Soeharto Tak Pantas Jadi Ketua PMI'
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?