Tahanan CIA Disiksa dan Diancam dengan Bor Listrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CIA

    CIA

    TEMPO.CO, Jakarta - Senat Amerika Serikat mempublikasikan laporan terperinci tentang praktek penyiksaan yang dilakukan badan intelijen negara itu, Central Intelligence Agency (CIA). Rangkaian penyiksaan itu terjadi pasca-serangan 11 September 2001. Hampir semua orang yang ditangkap karena diduga terlibat dalam serangan itu, mengalami penyiksaan saat diinterogasi.

    "Progam interogasi ini adalah salah satu titik terendah dalam sejarah bangsa Amerika," kata Ketua Komite Intelijet Senat, Dianne Feinstein, Senin, 8 Desember 2014. Apa saja bentuk penyiksaan itu?

    Dalam laporan tersebut dituliskan, seorang tahanan CIA dirantai ke dinding dalam posisi berdiri selama 17 hari. Tahanan lainnya dideskripsikan terlihat seperti seekor anjing yang berlutut. Sejumlah tahanan dipaksa tidak tidur selama 180 jam. Mereka terjaga dalam posisi berdiri atau dalam posisi stres dengan tangan diborgol di atas kepala. Beberapa bahkan ditempatkan di bak air es. (Baca juga: 7 Fakta Kunci Laporan Senat AS Soal Penyiksaan CIA)

    Tersangka Al Qaeda kedua, Abd al Rahim al Nashiri, disiksa dengan teknik interogasi waterboarding. Dalam teknik ini, tangannya diikat, kepala ditutup, dan diguyur air. Di ruang tahanan, dia diancam dengan pistol dan bor listrik.

    Tersangka yang mengaku sebagai otak serangan 9/11, Khalid Shaikh Muhammad, ditangkap dan mendapatkan interogasi yang disertai dengan penyiksaan itu. Khalid disiksa dengan 183 tindakan waterboarding.

    Presiden Obama telah secara resmi menghentikan program interogasi CIA ketika dia mulai menjabat pada 2009. Obama mengatakan metode yang keras tidak membantu upaya melawan terorisme. Tindakan itu juga tidak berguna untuk kepentingan Amerika. Bahkan, Obama menganggap metode ini memberikan kerusakan yang signifikan atas posisi Amerika di dunia.

    Laporan Senat disusun berdasarkan 6,3 juta halaman data internal CIA, e-mail, riwayat chatting, wawancara inspektur jenderal CIA, dan sejarah program interogasi CIA. Laporan rahasia lengkap terdiri dari 6.700 halaman dan tidak akan dipublikasikan.

    Ringkasan eksekutif dari Senat ini membongkar rahasia yang ada selama ini. Laporan ini merahasiakan identitas agen CIA dan beberapa negara yang menjadi tempat "black sites".

    PAMELA SARNIA | LOS ANGELES TIME

    Berita lain:
    Akhirnya Ical Mendukung Perpu Pilkada Langsung
    Jokowi Tak Disambut Siswa di Yogyakarta
    Gubernur FPI Akhirnya Punya Kantor, Dimana?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.