Pesawat Jatuh di Amerika Serikat, 6 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat terbakar setelah mengalami kecelakaan saat berakrobat di udara, di Vectren Air Show, Sabtu (22/6), di Dayton, Ohio, Amerika Serikat. AP/Thanh V Tran

    Sebuah pesawat terbakar setelah mengalami kecelakaan saat berakrobat di udara, di Vectren Air Show, Sabtu (22/6), di Dayton, Ohio, Amerika Serikat. AP/Thanh V Tran

    TEMPO.CO, Maryland - Sebuah pesawat bermesin ganda jatuh menimpa satu rumah penduduk di daerah pinggiran Gaithersburg, Maryland, Amerika Serikat, Senin pagi, 8 Desember 2014, waktu setempat. Menurut petugas setempat, kecelakaan tersebut menewaskan tiga awak pesawat dan tiga penghuni rumah, yang terdiri atas seorang ibu dan dua bayinya.

    "Mayat Marie dan dua bayi laki-lakinya yang berusia tiga tahun ditemukan di kamar mandi lantai dua," kata Pete Piringer, juru bicara Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Montgomery. Salah seorang penumpang pesawat diketahui bernama Michael Rosenberg, CEO dan pendiri sebuah perusahaan kesehatan di Carolina Utara.

    Robert Sumwalt dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dalam jumpa pers di tempat kejadian perkara mengatakan pesawat menghunjam bumi pada Senin, 8 Desember 2014, pukul 10.44 waktu setempat. Burung besi ini menggunakan dua mesin Embraer EMB-500/Phenom 100. "Pesawat jatuh setelah mengudara sekitar satu mil dari bandara."

    Seorang saksi mata, Fred Pedereira, 67 tahun, mengatakan kepada CNN bahwa pesawat itu tampaknya kehilangan kendali saat jatuh. "Aku rasa pesawat itu terbang terlalu rendah," ucap Pedereira yang tinggal tak jauh dari tempat kejadian.

    CNN | CHOIRUL

    Berita Terpopuler
    Ini Cara Polisi Meringkus Perampok di Taksi Putih
    Menteri Susi Tangkap 22 Kapal Ikan Cina
    Skenario Nasib Dua Golkar Menurut Menteri Laoly


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?