Badai Dahsyat Hagupit Bakal Terjang Filipina Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah korban selamat bertahan di dalam rumahnya yang hancur akibat Badai Haiyan yang melanda wilayah Tacloban, Filipina, Minggu (10/11). Warga yang selamat mulai melakukan pencarian anggota keluarganya yang hilang. REUTERS/Romeo Ranoco

    Sejumlah korban selamat bertahan di dalam rumahnya yang hancur akibat Badai Haiyan yang melanda wilayah Tacloban, Filipina, Minggu (10/11). Warga yang selamat mulai melakukan pencarian anggota keluarganya yang hilang. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Manila - Filipina terancam kembali diterjang badai berkekuatan besar. Arah terjangan badai itu mengancam ribuan nyawa penduduk Filipina. Badai Hagupit melaju kencang dari kawasan Samudra Pasifik dengan kecepatan 230 kilometer per jam menuju sisi timur negara kepulauan itu. Hagupit diprediksi akan menghujam Filipina pada esok hari, 6 Desember 2014.

    "Mari, kita persiapkan semuanya," kata Presiden Benigno Aquino kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Filipina menanggapi kabar badai besar menuju Filipina, Kamis, 4 Desember 2014. (Baca: Topan Vongfong Menjadi Badai Terkuat 2014)

    Otoritas setempat memperkirakan Hagupit akan menghempaskan daerah yang pernah diterjang Haiyan--badai paling mematikan sepanjang sejarah Filipina--yang memakan 7.350 korban tewas dan hilang, November tahun lalu.

    Sebagian besar warga pesisir Tacloban--kota terparah yang terkena badai Haiyan--sudah mengungsi dan membawa persediaan penting. Keberadaan Hagupit masih sejauh 800 kilometer dari Filipina. Meski demikian, belum diketahui wilayah mana yang akan terkena hempasan badai besar itu. Pemerintah juga belum memerintahkan evakuasi. (Baca: Badai Rammasun Lumpuhkan Manila)

    "Hagupit berpotensi menerjang kawasan padat penduduk yang dihuni 4,5 juta orang," tutur juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Perserikatan Bangsa-Bangsa, Orla Fagan.

    Filipina setiap tahunnya diluluhlantahkan oleh 20 badai mematikan. Negara di Asia Tenggara yang berpenduduk sekitar 100 juta itu, dalam beberapa tahun terakhir, rentan menghadapi badai besar karena perubahan iklim. (Baca: Badai Filipina Telan 1.000 Nyawa)

    Lebih dari 1.900 korban tewas dan hilang oleh terjangan topan Bopha yang melanda Mindanao, Filipina selatan, pada Desember 2012. Setahun sebelumnya, 1.268 orang tewas ketika terjadi badai Washi, yang kemudian menyebabkan banjir besar di kawasan Mindanao. Haiyan, Bopha, dan Washi adalah badai paling mematikan di dunia dalam tiga tahun terakhir.

    NEWS.COM.AU | NURIMANJAYABUANA 

    Baca juga:
    4 Alasan Komnas Tolak Jam Kerja Perempuan Dikurangi
    6 Fakta Menarik Jelang Laga Fiorentina Vs Juventus
    Reses DPR, Okky Selipkan Liburan dengan Anak
    AC Bandara Soekarno-Hatta Normal Kembali Sore Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.