Somalia Tembak Mati Dua Pembunuh Jurnalis Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Palestina yang diduga bekerja sama dengan militer Israel ditahan oleh militan Hamas sebelum dieksekusi mati di Kota Gaza, 22 Agustus 2014. 7 orang warga Palestina yang dicurigai bekerja sama dengan Israel ditembak mati oleh militan Hamas. REUTERS

    Seorang warga Palestina yang diduga bekerja sama dengan militer Israel ditahan oleh militan Hamas sebelum dieksekusi mati di Kota Gaza, 22 Agustus 2014. 7 orang warga Palestina yang dicurigai bekerja sama dengan Israel ditembak mati oleh militan Hamas. REUTERS

    TEMPO.CO, Mogadishu - Dua warga Somalia dihukuman mati karena terbukti membunuh seorang wartawan tahun lalu. Kolonel Mohamed Hassan, juru bicara pengadilan di Mogadishu, membernarkan informasi bahwa Ali Bashir Osman dan Abdullahi Shariff sudah dieksekusi hari ini oleh regu tembak.

    Keduanya terbukti membunuh Mohammed Mohamud Tima Adde, reporter Universal TV, media massa yang berbasis di Inggris. Tima Adde tewas ditembak oleh kelompok bersenjata saat berada di dalam mobilnya.

    "Selain Tima Adde, kedua pelaku ini juga membunuh seorang pejabat keamanan. Pengadilan mengumumkan bahwa Osman dan Shariff telah ditembak mati di depan umum," kata Hassan, seperti dilaporkan The Independent, Ahad, 26 Oktober 2014.

    Seorang saksi mata mengatakan kedua pembunuh itu diikat ke tiang dan ditembak di depan umum oleh regu tembak dari akademi kepolisian Mogadishu. (Baca: Bikin Berita Perkosaan, Jurnalis Somalia Dipenjara)

    Somalia adalah tempat paling berbahaya bagi para jurnalis. Agustus lalu, otoritas Somalia juga mengeksekusi pria yang diduga membunuh seorang wartawan.

    RINDU P. HESTYA | THE INDEPENDENT

    Berita Lain:
    Pemilu Ukraina, Tiga Wilayah Tak Ikut Serta
    ISIS Gagal Blokade Bantuan untuk Kurdi di Kobani
    ISIS Vs Kurdi Tewaskan 815 Orang di Kobane


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.