Rabu, 26 September 2018

Pertama Kali Amerika Gunakan Rudal Serang ISIS di Somalia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Somalia mengumpulkan dan mencari korban selamat di sekitar bangunan yang hancur di lokasi ledakan bom di ibukota Mogadishu, Somalia, 14 Oktober 2017.  Ledakan terpisah terjadi di distrik Madinah dua jam kemudian. AP/Farah Abdi Warsameh

    Warga Somalia mengumpulkan dan mencari korban selamat di sekitar bangunan yang hancur di lokasi ledakan bom di ibukota Mogadishu, Somalia, 14 Oktober 2017. Ledakan terpisah terjadi di distrik Madinah dua jam kemudian. AP/Farah Abdi Warsameh

    TEMPO.CO, Jakarta -Amerika Serikat untuk pertama kali menggunakan rudal untuk menyerang kelompok teroris ISIS di Somalia. Sejumlah orang dilaporkan tewas dalam serangan itu. 

    Sedikitnya enam rudal menghantam desa terpencil, Buqa yang terletak di pegunungan utara negara bagian Puntland seperti dikutip dari Mirror.co.uk, 3 November 2017.

    Baca: Sudah 200 Orang Tewas Akibat Bom Meledak di Somalia

    Serangan rudal itu ditujukan ke tempat persembunyian ISIS  dan dilakuan sebanyak dua kali.

    Wali kota Qandala yang dekat dengan lokasi jatuhnya rudal, Jama Mohamed, membenarkan serangan rudal Amerika itu yang telah menakutkan warga setempat dan membuat mereka melarikan diri bersama hewan piaraannya.

    Komandan Amerika untuk Afrika juga membenarkan serangan rudal itu seraya menambahkan serangan itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah Somalia.

    Baca: Disangka Milisi Al Shabaab, Menteri Ini Tewas Ditembak Tentara

    Komandan Amerika di Afrika sadar atas perkembangan ISIS di Somalia akibat kelompok teror itu gagal di tempat lain. Amerika tidak akan membiarkannya tumbuh kuat," ujar seorang sumber. 

    Sebelumnya, pasukan Amerika menghancurkan kelompok teroris jaringan al-Qaeda, al Shabab dengan menggunakan drone yang berisi bom.

    Baca: Presiden Somalia Umumkan Perang Melawan Milisi al-Shabab

    Aksi teror di Somalia semakin mengkhawatirkan.  Seperti terjadi pada 14 Oktober lalu,  dua ledakan bom  yang terjadi di luar Hotel Safari di persimpangan K5 Mogadishu, ibukota Somalia dan dua jam kemudian ledakan terjadi di distrik Madinah. Lebih dari 200 orang meninggal dan seratus lebih terluka akibat ledakan itu. 

    Pemerintah Somalia menuduh kelompok pemberontak Al-Shabab bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun belum ada tanggapan dari kelompok teroris itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.