Dukung LGBT, Ban Ki-moon Pakai Dasi Ungu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PBB Ban Ki-moon, melambaikan tangan kepada wartawan pada saat kedatangannya ke markas Otoritas Palestina, di Ramallah, Tepi Barat, 13 Oktober 2014. (AP/Nasser)

    Sekjen PBB Ban Ki-moon, melambaikan tangan kepada wartawan pada saat kedatangannya ke markas Otoritas Palestina, di Ramallah, Tepi Barat, 13 Oktober 2014. (AP/Nasser)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menunjukkan solidaritasnya kepada kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dalam acara "Spirit Day". Dukungan itu ia tunjukkan dengan memakai dasi dan kaus kaki yang sesuai dengan tema acara: "Go Purple".

    Di hadapan para wartawan, Ban bahkan tidak malu mengangkat celana panjangnya untuk menunjukkan kaus kaki ungu yang ia pakai. Warnanya sangat serasi dengan dasi yang ia kenakan di balik jas hitam yang selalu ia gunakan dalam acara resmi. (Baca: Kunjungi Gaza, Sekjen PBB Terenyuh)

    "Biasanya saya selalu pakai dasi biru yang khas dengan warna PBB. Tapi saya juga pernah pakai dasi oranye saat menyampaikan dukungan PBB untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan," kata Ban dalam konferensi pers, seperti dilaporkan BBC News, Kamis, 16  Oktober 2014.

    Dalam kesempatan itu, Ban ingin menunjukkan bahwa PBB peduli masalah intimidasi dan diskriminasi yang sering diterima kaum LGBT. Ban berjanji PBB akan terus menentang homophobia dan membela hak-hak semua orang di belahan dunia, termasuk LGBT.

    Kaum LGBT memang sering mengalami intimidasi oleh orang-orang di sekitar mereka. Namun belakangan, sejumlah negara maju mulai memberikan dukungan dan kebebasan untuk kaum minoritas ini. Bahkan 30 negara bagian Amerika Serikat, seperti Indiana, Utah, Oklahoma, Virginia, dan Wisconsin, telah mengesahkan pernikahan sesama jenis. (Baca: 30 Negara Bagian AS Legalkan Pernikahan Gay)

    RINDU P. HESTYA | BBC NEWS | LGBTQ NATION

    Berita Lain:
    Rehana, Pembasmi ISIS, Dikabarkan Tewas 
    Ratusan Pejuang ISIS di Kobane Tewas Dibom AS 
    29 Tahun Dibui, Pria AS Ini Ternyata Tak Bersalah  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.