Mengaku Sakit, Pria Ini Terobos Masuk Gedung Putih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama, ibu negara Michelle Obama, Wakil Presiden Joseph Biden, istrinya Jill Biden, dan para staf Gedung Putih mengheningkan cipta dalam peringatan 12 tahun tragedi serangan 9/11, Kamis 11 September 2014, di Washington, DC. Alex Wong/Getty Images

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama, ibu negara Michelle Obama, Wakil Presiden Joseph Biden, istrinya Jill Biden, dan para staf Gedung Putih mengheningkan cipta dalam peringatan 12 tahun tragedi serangan 9/11, Kamis 11 September 2014, di Washington, DC. Alex Wong/Getty Images

    TEMPO.CO, Washington - Pria asal Texas bernama Omar J. Gonzales, 42 tahun, membuat kaget para petugas keamanan rahasia rumah dinas Presiden Amerika Serikat di Gedung Putih, Washington, pada Jumat malam, 19 September 2014.

    Omar melompati pagar dan berjalan ke arah pintu Portico Utara yang bersisian dengan jalan Pennsylvania. Para penjaga rumah orang nomor satu di Amerika Serikat itu kaget dan segera menangkap Omar lalu mengevakuasinya. Tidak ada terdengar tembakan peringatan diarahkan kepadanya saat menerobos masuk. (Baca: AS Janji Antar ISIS Sampai Gerbang Neraka)

    Petugas tidak menemukan senjata di tubuh Omar, dan dia juga tidak membawa tas ransel saat memasuki halaman Gedung Putih. Menurut juru bicara petugas keamanan rahasia Gedung Putih, Ed Donovan, Omar mengeluh sakit di bagian dadanya. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit George Washington University.

    Saat tamu tak diundang itu memasuki Gedung Putih, Obama sekeluarga baru saja berangkat menuju rumah peristirahatan akhir pekan mereka di Camp David. (Baca: Obama Bersumpah Hancurkan ISIS)

    Peristiwa Omar ini merupakan yang kedua kalinya dialami petugas keamanan rahasia Gedung Putih dalam bulan ini. Pada 11 September lalu, seorang pria melompati pagar dan menerobos masuk. Pria itu kemudian digiring ke rumah tahanan. Pada Agustus lalu, seorang bocah laki-laki terperosok ke dalam pagar Gedung Putih. Petugas kemudian menyerahkan anak itu kepada orang tuanya.

    Peristiwa beberapa kali orang menerobos masuk Gedung Putih membuat petugas keamanan menutup jalan Pennsylvania bagi pejalan kaki. Begitu juga persimpangan jalan di depan Gedung Putih setelah peristiwa bom Kota Oklahoma pada 1995. Meski begitu, jalan itu terbuka bagi pejalan kaki. Kawasan ini sering jadi tempat wisata dan lokasi favorit bagi para pengunjuk rasa. 

    NEW YORK TIMES | MARIA RITA HASUGIAN  


    Baca juga :
    Gerindra Anggap Apel Konsolidasi Sebagai Lebaran
    Kasus Newmont, Kebijakan Pemerintah Dinilai Ngawur
    10 Tahun Tsunami, Legenda Bola Brasil Datangi Aceh
    All New Mazda2 Boyong Teknologi Anyar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.