Korea Utara Kecam Acara TV Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah), saat mengununjungi Istana Kumsusan  untuk menghormati Presiden Kim Il Sung dan mantan pemimpin Kim Jong Il, saat peringatan ke-61 perang pembebasan tanah di Pyongyang (27/7). REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah), saat mengununjungi Istana Kumsusan untuk menghormati Presiden Kim Il Sung dan mantan pemimpin Kim Jong Il, saat peringatan ke-61 perang pembebasan tanah di Pyongyang (27/7). REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara mengecam sebuah serial yang ditayangkan stasiun televisi Inggris berjudul Opposite Number. Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara (NDC) menyatakan acara itu memuat "lelucon dan fitnah" yang merendahkan Korea Utara.

    Opposite Number bercerita tentang seorang ilmuwan nuklir Inggris yang ditangkap di Korea Utara untuk melakukan misi rahasia. Ia dipaksa untuk membuat teknologi senjata nuklir untuk negara itu.

    Meski hanya sebuah acara televisi, NDC tidak terima jika ada pihak asing yang terlibat dalam pembuatan senjata di negaranya. "Kami memproduksi senjata dengan usaha, teknologi, dan sumber daya sendiri dari A sampai Z," kata juru bicara NDC, seperti dilaporkan The Guardian, Senin, 1 September 2014.

    Pihak NDC meminta pihak berwenang Inggris menghapus acara itu, termasuk film-film yang reaksioner, dan memberikan hukuman bagi orang yang terlibat di dalamnya. "Mereka harus melakukan hal itu jika ingin membantu dan menjaga hubungan bilateral dengan kami," tutur pihak NDC.

    Sebelumnya, Korea Utara juga mengecam film The Interview karena dianggap sebagai "tindakan perang" dari Amerika Serikat. Film ini berkisah tentang komplotan yang berencana membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Baca: Marah atas Film The Interview, Korea Utara Ancam AS)

    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN

    Berita Lain:
    Wanita Inggris Rilis Video Ajakan ISIS 
    Yahudi Ortodoks Diusir di Guatemala 
    Militer Irak Rebut Kota Amerli dari Tangan ISIS  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.