Uji Coba Vaksin Ebola Berhasil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr. Kent Brantly (kanan) memeluk anggota petugas medis yang selama ini merawatnya di Emory University Hospital, Atlanta, 21 Agustus 2014. Brantly dan perawat Nancy Writebol, sembuh dari Ebola menggunakan obat yang masih eksperimen. AP/John Bazemore

    Dr. Kent Brantly (kanan) memeluk anggota petugas medis yang selama ini merawatnya di Emory University Hospital, Atlanta, 21 Agustus 2014. Brantly dan perawat Nancy Writebol, sembuh dari Ebola menggunakan obat yang masih eksperimen. AP/John Bazemore

    TEMPO.CO, London - Para peneliti berhasil melakukan uji coba vaksin ZMapp untuk menyembuhkan virus Ebola pada kera. Tingkat keberhasilan vaksin ini diklaim mencapai 100 persen, bahkan saat virus ini sudah memasuki stadium akhir.

    "Keberhasilan ini meningkatkan kembali harapan untuk menghentikan penyebaran virus Ebola di Afrika," kata virologis dari University of Nottingham, Jonathan Ball, Jumat, 29 Agustus 2014, waktu setempat. (Baca: Sekitar 120 Pekerja Medis Tewas Akibat Ebola)

    Uji coba dilakukan pada 18 rhesus darah kera yang terinfeksi virus Ebola. Kera-kera ini telah ada dalam stadium akhir penyebaran virus Ebola yang berakibat fatal. Hasilnya, vaksin ZMapp terbukti efektif untuk menjinakkan virus Ebola tersebut.

    Para peneliti menggunakan vaksi ZMapp yang telah dikembangkan agar mampu untuk menjinakkan virus dan menyembuhkannya sebagai terapi. Sebelumnya, vaksin ZMapp yang ada telah diinjeksikan serum tambahan untuk menyempurnakan kinerja vaksin agar dapat menyembuhkan virus Ebola stadium akhir. "Kinerja ZMapp yang dianggap masih misterius, kini telah dapat dibuktikan," kata Jonathan Ball. (Baca: WHO Tutup Laboratorium Ebola di Siera Leone)

    Temuan ini telah dipublikasikan dalam web ilmiah Nature sebagai hasil lanjutan dari penelitian vaksin ZMapp. Direktur London School of Hygiene and Tropical Medicine, Peter Piot, mengatakan hasil ini dapat dijadikan bukti dasar bahwa vaksin ZMapp dapat secara efektif menyembuhkan virus Ebola.

    "Vaksin ZMapp yang telah disempurnakan ini harus segera diujicobakan pada manusia," kata dia.

    Namun, jumlah vaksin yang terbatas diprediksi tak dapat memenuhi kebutuhan vaksin untuk sekitar 20 ribu pasien yang telah terjangkit virus Ebola. Peneliti masih harus bekerja keras jika ingin meredam penyebaran virus Ebola di Afrika Barat. (Baca: Vaksin Ebola ZMapp Berasal dari Tembakau)

    YOLANDA RYAN ARMINDYA| BBC

    Terpopuler:
    Malaysia Airlines Pecat 6.000 Karyawan

    Tentara PBB di Golan Ditangkap Pemberontak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.