Pria Berjanggut Dilarang Naik Bus di Xinjiang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Cina  berjalan melalui depan Masjid Id Kah di Kashgar, Cina (31/7). Sejumlah tentara ini berjaga dikawasan ini karena adanya insiden penyerangan warga etnis Uighur dan Han. Getty Images

    Sejumlah tentara Cina berjalan melalui depan Masjid Id Kah di Kashgar, Cina (31/7). Sejumlah tentara ini berjaga dikawasan ini karena adanya insiden penyerangan warga etnis Uighur dan Han. Getty Images

    TEMPO.COXinjiang – Sebuah kota di wilayah Xinjiang, Cina, telah mengeluarkan larangan naik bus umum bagi pria berjanggut lebat atau mereka yang menggunakan pakaian Islami. Bentuk intoleransi terhadap kaum minoritas muslim yang memang kerap terjadi di Xinjiang ini langsung memicu kemarahan kelompok pembela hak asasi.

    Mengutip harian Karamay Daily, South China Morning Post hari ini melaporkan bahwa pihak berwenang Karamay telah melarang orang-orang yang memakai jilbab, niqab, burqa, atau pakaian dengan simbol bintang dan bulan sabit Islam untuk naik bus lokal. (Baca: Diskriminasi, Muslim di Xinjiang Dilarang Berpuasa)

    Larangan yang berlaku selama kompetisi olahraga yang berakhir pada 20 Agustus mendatang ini juga berlaku bagi pria berjanggut tebal. Memang, muslim Xinjiang banyak yang memelihara janggut sebagai salah satu sunah Rasul. “Mereka yang tidak mau bekerja sama dengan tim inspeksi akan ditangai polisi,” demikian laporan itu.

    Wilayah yang kaya akan sumber daya alamnya ini merupakan tempat tinggal bagi sebagian besar kaum muslim Uighur yang merupakan kelompok minoritas di Cina. Kawasan yang berbatasan dengan Asia Tengah ini telah dilanda gelombang bentrok antara penduduk setempat dan pasukan keamanan. Bentrok yang terjadi telah menewaskan ratusan orang tahun lalu. (Baca: Dua Mobil Lempar Bom ke Pasar Xinjiang Cina)

    Kelompok HAM mengatakan pembatasan kebebasan beragama dan budaya di Uighur telah memicu ketegangan.

    Dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia (WUC) di pengasingan, menyatakan bahwa hal ini merupakan “langkah-langkah diskriminatif yang khas yang justru  menambah konfrontasi antara Uighur dan Beijing”.

    ANINGTIAS JATMIKA | SOUTH CHINA MORNING POST

    Terpopuler

    Indonesia Cegah WNI Pro-ISIS Keluar Negeri
    Pria Saudi Tak Boleh Nikahi Wanita dari Negara Ini
    Indonesia Pindahkan Fungsi KBRI Tripoli ke Tunisia

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.