Terima Korban MH17, Belanda Berkabung Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) berdiri dekat kereta berpendingin yang membawa 196 jenazah korban MH17 di Torez, Donetsk 20 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Petugas dari Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) berdiri dekat kereta berpendingin yang membawa 196 jenazah korban MH17 di Torez, Donetsk 20 Juli 2014. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.CO, Amsterdam - Belanda akan menerima jenazah korban MH17 hari ini. Dua pesawat angkut militer akan mendarat siang ini waktu Belanda di Bandara Eindhoven. Pejabat Belanda pun memberlakukan hari berkabung nasional untuk menghormati dan mengenang para korban pesawat yang ditembak jatuh oleh misil ini.

    Di Eindhoven, gerbong kereta pengangkut jenazah korban pertama akan dibongkar diiringi dengan tiupan trompet sebagai penghormatan dan tanda berkabung. Dalam kesempatan itu, Raja dan Ratu Belanda serta perwakilan negara-negara lain yang merupakan kerabat korban bisa melihatnya.

    Dikutip dari Reuters, Rabu, 23 Juli 2014, Belanda akan memimpin dalam pengidentifikasian 298 korban, 198 di antaranya adalah warga Belanda, pada kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang dan awaknya. Beberapa persiapan masih dilakukan oleh tim forensik di Kharkiv, Ukraina, sebelum diterbangkan nanti siang. (Baca: Tiga Gerbong Kereta Angkut Jenazah Korban MH17)

    Namun, pekerjaan yang sebenarnya baru akan dimulai saat jenazah tiba di Eindhoven dan diangkut ke pangkalan militer di Kota Hilversum. Di sana, tim forensik akan meneliti sisa-sisa tubuh korban sehingga bisa dikenali oleh keluarganya.

    "Sejak Sabtu lalu, sudah tiga hari, kami telah mengumpulkan 80 peneliti dari pihak keluarga untuk mengumpulkan semua informasi yang mungkin hilang," kata Ed Krasziewski, juru bicara tim investigasi forensik nasional.

    Informasi ini meliputi tanda identitas pribadi, termasuk dari tato atau bekas luka. Peneliti juga telah memiliki data catatan gigi, sidik jari, dan DNA kerabat untuk memudahkan proses identifikasi. Salah satu pejabat menjelaskan, proses ini akan memakan waktu hingga dua atau tiga pekan.

    Sebagian jenazah telah tiba di wilayah kekuasaan Pemerintah Ukraina di Kharkiv dari Torez dengan kereta pendingin. Tim identifikasi dan lembaga peneliti, termasuk Interpol, tengah melakukan pemeriksaan awal.

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Kekejaman Politikus Cantik Israel pada Rakyat Gaza
    Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua di Irak
    Israel Hancurkan Lima Masjid di Gaza, 7 Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.