Anak-anak Solo Serukan Palestina-Israel Damai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Israel menyaksikan lokasi jatuhya roket yang dilepaskan militan Palestina di Ashkelon, Israel, 15 Juli 2014. AP/Tsafrir Abayov

    Warga Israel menyaksikan lokasi jatuhya roket yang dilepaskan militan Palestina di Ashkelon, Israel, 15 Juli 2014. AP/Tsafrir Abayov

    TEMPO.CO, Surakarta - Konflik bersenjata Palestina-Israel mengundang keprihatinan berbagai pihak di dunia. Termasuk anak-anak para peserta Solo Mengajar yang bersimpati atas konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu. Mereka membuat surat yang berisi harapan Palestina-Israel berdamai. "Saya ingin Palestina-Israel berdamai. Saya kasihan melihat anak-anak jadi korban perang," kata Nurmalita, 12 tahun.

    Nurma, siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama 21 Surakarta, dalam suratnya menulis harapannya agar Palestina dan Israel segera mengakhiri konflik bersenjata. Dia ingin perang cepat selesai. Dalam suratnya, dia juga menggambar bendera Palestina yang bersebelahan dengan bendera Israel. "Saya ingin kedua negara cepat damai," ujarnya.

    Bocah lainnya, Luluin Nufus Putri, 12 tahun, membuat gambar dua orang bergandengan tangan. Dua tokoh dalam gambarnya itu mengenakan kaus berbendera Palestina dan Israel. "Saya berharap warga Palestina dan Israel bisa berdamai dan bergandengan tangan," tutur siswa kelas VII SMP 14 Surakarta ini. (Baca: Pos Pemeriksaan Mesir Diserang, 21 Polisi Tewas)

    Dia mengaku sedih melihat berita di televisi yang menampilkan penderitaan anak-anak Palestina yang menjadi korban perang. Dia ingin ada kedamaian dan tidak ada perang lagi.

    Aktivis Solo Mengajar, Didik Kartika Putra, mengatakan ada seratus lebih surat, puisi, dan gambar bertema perdamaian Palestina-Israel yang dibuat peserta Solo Mengajar. "Kami akan kirimkan ke UNICEF," ujarnya. Surat, puisi, dan gambar tersebut dijadikan satu dalam sebuah kotak dan dikirim lewat Kantor Pos Solo. (Baca: Israel Peringatkan Wartawan Jauhi Gaza)

    Didik menilai konflik Palestina-Israel sudah mengorbankan masa depan anak-anak. Dalam setiap peperangan, anak-anak selalu menjadi korban. "Anak-anak berhak mendapatkan kedamaian. Itu hak semua anak-anak."

    Didik menanamkankan nilai-nilai perdamaian dan menghargai perbedaan kepada 800 anak yang menjadi peserta kegiatan Solo Mengajar. Kegiatan ini sudah berlangsung dua tahun terakhir. (Baca: Korban Tewas Warga Gaza Tembus 333 Jiwa)

    UKKY PRIMARTANTYO

    Berita Lainnya:
    Ahok Sitir Ucapan Nabi Muhammad Soal Pendidikan
    Satu Lagi Situs Real Count Selain Kawalpemilu.org
    Pelayan Ini Makan Kecoa yang Ditemukan Pelanggan
    Tragedi MH17 dan Angka Penerbangan yang Mencurigakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.