Israel Paksa 10 Ribu Warga Palestina Mengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang paman menggendong sepupunya, Yasmeen al-Motawaq (4) yang tewas akibat terkena serangan udara yang dilancarkan militer Israel ke jalur Gaza, 10 Juli 2014. Setidaknya 66 warga Palestina tewas dalam serangan Israel ke Gaza selama 3 hari ini, 50 dari mereka warga sipil. REUTERS

    Seorang paman menggendong sepupunya, Yasmeen al-Motawaq (4) yang tewas akibat terkena serangan udara yang dilancarkan militer Israel ke jalur Gaza, 10 Juli 2014. Setidaknya 66 warga Palestina tewas dalam serangan Israel ke Gaza selama 3 hari ini, 50 dari mereka warga sipil. REUTERS

    TEMPO.CO, Palestina- Ribuan warga Jalur Gaza, Palestina mengungsi pada Ahad, 13 Juli 2014 setelah Israel mengeluarkan peringatan akan melakukan serangan lanjutan ke wilayah itu. Militer Israel sebelumnya mengedarkan selebaran ke kota Beit Lahiya, di perbatasan utara Gaza.

    Seperti dikutip dari Reuters, pada selebaran yang ditebar dari udara itu tertulis, "mereka yang tidak mengikuti instruksi untuk segera meninggalkan wilayah ini akan membahayakan nyawa mereka dan keluarganya. Hati-hati." (Baca:Militer Israel Minta Warga Gaza Segera Pindah )
    Terhitung sudah 6 hari lamanya Israel melakukan serangan ke kawasan pemukiman penduduk di Gaza. Diperkirakan sudah 160 orang tewas, terdiri dari 135 warga sipil, termasuk 30 orang anak-anak. Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas di Gaza menyebutkan, setelah ada selebaran itu, diperkirakan 10 ribu orang telah mengungsi pada Ahad siang.

    Total pengungsi yang telah meninggalkan rumah mereka pada serangan Israel kali ini terhitung mencapai 80 ribu jiwa. Mereka mengungsi ke sejumlah gedung sekolah yang dikelola sejumlah organisasi internasional.

    Seorang perwira senior di militer Israel kepada para jurnalis di Palestina mengatakan, Israel akan menyerang kawasan Beit Lahiya mulai tengah malam hingga tengah hari. "Kami akan menggunakan kekuatan penuh," ujarnya. (Baca:Makarim: Banyak Warga Israel Dukung Palestina)
    Agresi Israel di kawasan pemukiman padat penduduk itu adalah, karena militer Israel curiga ada infrastruktur peluncur roket di Beit Lahiya. Pada 2008 dan 2009 lalu pun, Israel telah meratakan pemukiman warga di Beit Lahiya karena dianggap sebagai markas militan Hamas.

    Reuters melaporkan, gelombang pengungsi mulai terlihat mendatangi sejumlah titik di Gaza sepanjang Ahad. Para pengungsi menggunakan gerobak untuk mengangkut kasur, pakaian, dan alat rumah tangga. Anak-anak terlihat masih memakai pakaian tidur digendong oleh orang tua mereka. "Kami tidak punya pilihan, yang penting anak-anak kami selamat," kata Salem Abu Halima, 25 tahun, seorang warga Beit Lahiya.
    PRAGA UTAMA
    Berita lainnya:
    Wanita Ini Kirim Ribuan Pesan ke Mantan Pacar 
    Noam Chomsky Serukan Pembebasan Wartawan Iran 
    Penyiar TV Kondang di Cina Ditangkap Jelang Siaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?