Lima Tentara Tewas, Perbatasan Rwanda-Kongo Panas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemberontak M23 terlihat di Goma menuju jalan Rushuru saat mereka mencari anggota FDLR (Force Democratique de Liberation du Rwanda) di utara Goma, Selasa (27/11). AP/Jerome Delay

    Sejumlah pemberontak M23 terlihat di Goma menuju jalan Rushuru saat mereka mencari anggota FDLR (Force Democratique de Liberation du Rwanda) di utara Goma, Selasa (27/11). AP/Jerome Delay

    TEMPO.COKigali – Ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan Rwanda dengan Republik Demokratik Kongo (DRC). Masing-masing negara menuduh yang lainnya telah melakukan serangan lintas perbatasan di wilayah ini.

    Dikutip dari Euronews hari ini, pemerintah Rwanda mengakui membunuh lima tentara DRC pada Rabu, 11 Juni 2014. Mereka mengklaim aksi tersebut dilakukan karena kelompok tentara ini menyeberangi perbatasan Rwanda dan melepaskan tembakan.

    Sementara itu, DRC, yang sebelumnya dikenal dengan nama Zaire justru menuduh tentara Rwanda telah memasuki wilayah Buhumba, Provinsi Kivu Utara, dan merebut salah satu tentara mereka.

    Kedua negara bertetangga ini memiliki hubungan penuh sejak pembantaian besar-besaran di Rwanda pada tahun 1994. Setelah Rwanda kalah perang, sekitar dua juta suku Hulu mendirikan kamp di timur DRC.

    ANINGTIAS JATMIKA | EURONEWS

    Berita lain:
    Istri Bunuh Suami karena Poligami 
    Dibunuh Istri Setelah Suami Kawin Lagi
    Reuven Rivlin Jadi Presiden Israel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.