Waswas Gelombang Dua Virus Corona di Afrika

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita berpose dengan mengenakan masker berbahan kain yang senada warna pada topinya, di tengah pandemi wabah Virus Corona di Lagos, Nigeria, 13 Mei 2020. REUTERS/Temilade Adelaja

    Seorang wanita berpose dengan mengenakan masker berbahan kain yang senada warna pada topinya, di tengah pandemi wabah Virus Corona di Lagos, Nigeria, 13 Mei 2020. REUTERS/Temilade Adelaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelombang kedua infeksi virus corona melanda wilayah barat dan tengah Afrika. Sejumlah ahli memperingatkan wabah virus mematikan itu bisa lebih buruk dari gelombang pertama karena suhu dingin dan mengingat sebagian besar negara di wilayah itu tidak mampu untuk membeli vaksin virus corona.

    Nigeria, Niger, Mauritania, Burkina Faso, Mali, Togo dan Republik Demokratik Kongo, semuanya mengalami kenaikan kasus infeksi virus corona. Kasus positif Covid-19 di Senegal bahkan bergerak paling cepat.    

    Dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Eropa, di kawasan Afrika barat dan tengah sejauh ini penyebaran virus coronanya buruk. Negara-negara di Afrika barat dan tengah melaporkan ada sekitar puluhan dan hampir ratusan kasus-kasus baru virus corona. Angka rata-rata tes virus corona di Afrika masih yang terendah di dunia.

        

    Akan tetapi, saat masuk musim dingin dan negara-negara di Afrika terseok-seok selama berbulan-bulan dengan aturan pembatasan, para ahli waswas gelombang dua wabah virus corona bakal memburuk di benua itu dari pada sebelumnya.  

    Karyawan mengisi sebuah botol dengan cairan pembersih tangan di pabrik Cormart ketika perusahaan meningkatkan produksi pembersih tangan untuk mencegah penyebaran penyakit Virus Corona atau COVID-19, di pinggiran Lagos, Nigeria, 19 Maret 2020. REUTERS/Temilade Adelaja

    Pada 7 Desember 2020, Mali melaporkan ada 155 kasus baru virus corona, jumlah itu lebih sedikit dibanding 20 bulan sebelumnya. Kementerian Kesehatan Mali membeli alat tes virus corona sebulan lalu untuk mengantisipasi.

    “Kami bisa saja kehabisan alat tes dalam waktu dekat, mungkin dalam waktu 10 hari (habis),” kata Akory Ag Iknane, Direktur National Institute of Public Health.       

    Banyak negara-negara Afrika kekurangan dana untuk mengunci kesepakatan pembelian vaksin virus corona dengan perusahaan-perusahaan pembuat obat. Beberapa negara harus menunggu sampai berbulan-bulan agar bisa mengakses vaksin virus corona melalui program COVAX dari WHO. Kondisi ini jelas berbeda dengan negara-negara yang lebih kaya sudah mulai melakukan penyuntikan vaksin virus corona.

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-westafrica/second-covid-19-wave-hits-west-central-africa-as-weather-cools-idUSKBN28R2ZZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.