Bandara Pakistan Diserbu Granat, 23 Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap membumbung dari terminal Bandara Internasional Jinnah di Karachi, Pakistan, setelah terjadi tembak menembak antara tentara dan militan, pada 8 Juni 2014. RIZWAN TABASSUM/AFP/Getty Images

    Asap membumbung dari terminal Bandara Internasional Jinnah di Karachi, Pakistan, setelah terjadi tembak menembak antara tentara dan militan, pada 8 Juni 2014. RIZWAN TABASSUM/AFP/Getty Images

    TEMPO.COKarachi – Sejumlah pria bersenjata dilaporkan menyerang salah satu bandara terbesar di Pakistan pada Ahad, 8 Juni 2014, waktu setempat. Akibat serangan ini, seperti dilaporkan media setempat, 23 orang termasuk sepuluh penyerang tewas.

    Dikutip dari Reuters, Senin, 9 Juni 2014, serangan ini menargetkan Bandara Internasional Jinnah di Karachi, kota pusat komersil bagi 18 juta warga Pakistan.

    Menurut laporan CNN, bentrokan pecah setelah penyerang yang bersenjatakan granat menyerbu bandara melalui tiga pintu masuk. Satu militan meledakkan dirinya di sebuah mobil lapis baja hingga tentara yang berada di dalam mobil tersebut terluka.

    Baku tembak berlangsung selama beberapa jam. Lewat gambar televisi lokal terlihat kobaran api yang begitu besar di dua lokasi di bandara ini. Sebuah pesawat kargo yang berada tak jauh dari lokasi lepas landas pesawat komersil rusak dan dibakar.

    Akibat serangan ini, semua penerbangan menuju Bandara Jinnah dialihkan. Smua penerbangan dari bandara ini juga ditangguhkan. Seluruh penumpang yang berada di bandara pun langsung dievakuasi ke tampat aman.

    Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim serangan tersebut. Namun, kelompok militan Taliban Pakistan sering berada di balik aksi-aksi serupa.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS | CNN

    Berita lain:

    Keluarga Penumpang MH370 Luncurkan 'Sayembara'
    Baru Sejam, Pengikut Akun Twitter CIA 67.000 Orang
    WNA Tiduri Gadis di Bali Rusak Citra Indonesia

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.