Yordania Laporkan Kematian Baru Akibat MERS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengkuti sosialisasi pencegahan pengendalian penyakit MERS-CoV di Medan, Sumut (9/5). Sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut guna memberikan informasi kepada pengurus KBIH dan agen perjalanan tentang cara pencegahan dan pembekalan penanggulangan MERS-Cov. ANTARA /Irsan Mulyadi

    Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) mengkuti sosialisasi pencegahan pengendalian penyakit MERS-CoV di Medan, Sumut (9/5). Sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut guna memberikan informasi kepada pengurus KBIH dan agen perjalanan tentang cara pencegahan dan pembekalan penanggulangan MERS-Cov. ANTARA /Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Amman - Yordania telah mengkonfirmasi kematian baru akibat virus Middle East Respiratory syndrome (MERS), Ahad, 1 Juni 2014. Dengan data terbaru itu, sudah ada enam kasus kematian akibat MERS di negara bagian Timur Tengah itu. (Baca: Arab Saudi Temukan 32 Kasus MERS Baru)

    Dilaporkan IANS, kasus kematian ini menimpa seorang suster yang bekerja di sebuah rumah sakit swasta di negara itu. Virus MERS memang telah mewabah di seluruh kota Yordania dan memunculkan kepanikan. Pemerintah telah meluncurkan kampanye kesadaran dan ingin segera mengambil tindakan pencegahan untuk pegurangan penyebaran virus.

    Sejak 2012, Yordania telah melaporkan 11 kasus pasien MERS dan enam orang telah meninggal. Kementerian di negara itu menyatakan telah melaporkan kasus baru MERS ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  (Baca: Virus MERS Meluas, 147 Orang Meninggal di Saudi)

    Selain di negara di Timur Tengah, sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Yunani, Italia, dan Inggris telah melaporkan kasus serupa. Di Asia, Malaysia, Indonesia, dan Filipina, juga melaporkan pasien dengan indikasi MERS.

    Dari seluruh dunia, sejak kasus pertama ditemukan hingga 9 Mei 2014 setelah WHO menerima laporan 536 kasus MERS yang telah mendapatkan konfirmasi berdasar tes laboratorium. Setidaknya 145 orang telah meninggal karena virus yang diduga tersebar melalui unta itu.

    Namun hingga saat ini, WHO juga tidak menyarankan adanya pemindaian khusus pada pintu masuk negara-negara Arab. WHO juga tidak memberlakukan pembatasan perjalanan atau perdagangan terkait MERS, termasuk untuk jemaah umrah dan haji.  (Baca: WHO: MERS Masih Dapat dicegah)

    RINDU P HESTYA | IANS

    Berita Lain:
    Taipan Media AS Tewas dalam Kecelakaan Pesawat 
    Bomber Suriah Ternyata Pemuda Asal AS
    Bolivia Miliki Kereta Gantung Tertinggi di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.