Kudeta, Wisatawan Thailand Bisa Beralih ke Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima Militer Thailand Prayuth Chan-Ocha (tengah) dan para pejabat lainnya terlihat di televisi saat mengumumkan pengambilalihan kekuasaan secara militer di Bangkok, Thailand (22/5). Selama enam bulan perundingan antara politikus Thailand mengalami jalan buntu dan diwarnai kerusuhan. (AP Photo/Apichart Weerawong)

    Panglima Militer Thailand Prayuth Chan-Ocha (tengah) dan para pejabat lainnya terlihat di televisi saat mengumumkan pengambilalihan kekuasaan secara militer di Bangkok, Thailand (22/5). Selama enam bulan perundingan antara politikus Thailand mengalami jalan buntu dan diwarnai kerusuhan. (AP Photo/Apichart Weerawong)

    TEMPO.CO, Bangkok – Situasi krisis di Thailand yang semakin memanas setelah terjadinya kudeta militer membuat  wisatawan berpikir dua kali untuk berkunjung ke negara tujuan favorit wisata di Asia tersebut.

    Dikutip dari Times of India hari ini, Thailand bisa kehilangan posisinya sebagai tujuan wisata luar negeri populer. Sebuah operator tur India, Cox & Kings, bahkan menyebutkan wisatawan bisa beralih ke Bali, Malaysia, Kamboja, dan Hong Kong sebagai gantinya.

    “Masih terlalu dini untuk menilai dampak. Mungkin ada dampak jangka pendek, dan wisatawan akan beralih ke negara tetangga lain,” kata Karan Anand dari Cox & Kings. Namun dampak nyata sudah terlihat dari wisatawan asal India. (Baca: Situasi Thailand Makin Tidak Menentu)

    Menurut Ajit Kumar selaku CEO Asia Pasific Tours, banyak wisatawan India yang mengurungkan niat ke Thailand. “Dalam paket gabungan Singapura, Malaysia, dan Thailand, pelanggan telah meminta untuk mengganti Thailand dengan negara lain," kata Kumar.

    Memang, dalam empat bulan pertama tahun 2014 saja, jumlah wisatawan asing sudah turun 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Hingga April 2014, hanya sekitar 8,6 juta wisatawan asing yang datang ke Thailand. (Baca: Darurat Militer Perburuk Pariwisata Thailand)

    ANINGTIAS JATMIKA | TIMES OF INDIA | BANGKOK POST

    Terpopuler

    Minta Naik Gaji, 100 Karyawan McDonald's Ditangkap 
    Diculik 10 Tahun, Wanita Ini Akhirnya Kembali 
    Indonesia Serukan Pemulihan Situasi Thailand


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.